TANJUNG REDEB – Permohonan rujukan pasien membuat layanan ambulan milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Berau kian kewalahan. Ketua BAZNAS Berau, H. Muhammad Gazali, mengungkapkan bahwa unit ambulans yang saat ini beroperasi sudah cukup lama digunakan dan membutuhkan penggantian.
Menurut Gazali, antrean pengantaran pasien dari Berau menuju sejumlah kota rujukan seperti Balikpapan, Samarinda terus meningkat, terutama selama bulan Ramadan.
“Permohonan rujukan sangat tinggi. Dalam kondisi tertentu kami harus mengatur antrean, bahkan berkoordinasi dengan ambulan lain agar pasien tetap bisa terlayani,” ujar Muhammad Gazali beberapa waktu lalu.
BAZNAS Berau menargetkan pengadaan ambulan baru dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Langkah ini dinilai mendesak agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu tetap berjalan optimal.
Gazali menyebut, sejumlah donatur dan pelaku usaha telah menyatakan kesediaannya untuk berkontribusi dalam pengadaan unit baru. Namun, ia berharap dukungan yang lebih luas dari perusahaan, ASN, maupun masyarakat agar kebutuhan tersebut segera terpenuhi.
“Ambulan BAZNAS selama ini menjadi andalan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan rujukan medis ke luar daerah. Layanan tersebut diberikan secara gratis sebagai bagian dari program sosial kemanusiaan,” jelasnya.
Dengan meningkatnya mobilitas pasien dan jarak tempuh antarkota yang cukup jauh, keberadaan ambulan yang prima menjadi kebutuhan mendesak. BAZNAS berharap kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat realisasi pengadaan, sehingga tidak ada lagi pasien yang tertunda keberangkatannya karena keterbatasan armada.
“Ini bukan hanya soal kendaraan, tetapi soal keselamatan dan harapan pasien yang membutuhkan penanganan cepat,” pungkasnya. (Ta)













