Follow kami di google berita

Imbas Konflik Tapal Batas: Sekolah Terbengkalai, Proses Belajar Mengajar di Kolong Rumah

TANJUNG REDEB – Sebuah bangunan sekolah di kampung Biatan Ilir yang telah rampung sekitar 75 persen terbengkalai tanpa kejelasan sejak beberapa tahun terakhir. Akibatnya, para siswa sekolah dasar terpaksa menjalani proses belajar mengajar di bawah kolong rumah warga.

Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid, mengungkapkan bahwa pembangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah berjalan cukup jauh. Namun hingga kini, pengerjaan tidak pernah dilanjutkan.

“Bangunannya sudah sekitar 75 persen, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan. Tidak dibongkar, hanya dibiarkan begitu saja,” ujar Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid saat di wawancara, Rabu (4/3/2026).

Menurut Abdul Hafid, proyek tersebut sudah terhenti cukup lama, bahkan sejak sekitar tahun 2023. Hingga kini, pihak pemerintah kampung mengaku belum menerima klarifikasi dari dinas terkait mengenai penyebab penghentian pembangunan.

“Kami juga heran. Pendidikan itu sangat penting. Kalau memang ada komitmen meningkatkan taraf pendidikan, mestinya pembangunan seperti ini jadi prioritas,” tambahnya.

Yang lebih memprihatinkan, siswa SD di wilayah tersebut kini belajar di bawah rumah panggung milik warga. Rumah-rumah di kampung itu memang berbentuk panggung tinggi, sehingga ruang kosong di bawahnya dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara, namun kondisi itu jauh dari layak.

“Anak-anak sekarang belajar di bawah rumah. Kalau yang punya rumah buang air kecil, kadang kena ke anak-anak,” jelasnya.

Ia menilai, kondisi tersebut sudah tidak relevan lagi di tengah perkembangan zaman. “Ini sudah jaman sekarang, bukan jaman dulu. Masa masih ada sekolah seperti itu,” tambahnya lagi.

Saat ini, jumlah siswa SD di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 85 anak. Sementara total penduduk di Biatan Ilir dan Biatan Ulu secara keseluruhan berkisar 300 jiwa lebih.

Pemerintah kampung sendiri mengaku telah berulang kali mengusulkan pembangunan sekolah definitif agar anak-anak bisa belajar dengan layak dan aman.

“Kami selalu mengutamakan pembangunan SD di sana. Karena anak-anak sudah cukup banyak. Harapan kami, sekolah itu bisa segera dilanjutkan atau dibangunkan yang baru,” pungkasnya.

Warga kini berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian dan solusi atas mangkraknya pembangunan tersebut. Anak-anak Kampung Biatan Ilir masih harus bersabar belajar di bawah kolong rumah, menanti ruang kelas yang lebih manusiawi. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel