Meski Level PPKM Turun, Gejolak Penumpang Pesawat di Berau Masih Senggang

ANews, Teluk Bayur – Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Berau sudah turun ke level 3, namun tingkat pengguna jasa penerbangan di Bandar Udara Kalimarau, Teluk Bayur diakui masih sangat rendah.

Kondisi itu diakui masih belum pulih pasca melonjaknya kasus covid-19 di Berau. Ditambah saat ini, layanan penerbangan di Kabupaten Berau hanya dilakukan oleh satu maskapai. Situasi itu sebagaimana disampaikan, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato saat dijumpai wartawan, Rabu (6/10/2021).

Kata Bambang, maskapai tersebut hanya melaksanakan tujuh kali penerbangan dalam perhari dengan rute Balikpapan-Berau, Berau-Balikpapan dengan kapasitas penumpang sebanyak 72 orang.

Tentu saja, Kepala Kalimarau itu mengaku, dengan kurangnya angka penumpang sekaligus maskapai yang minim tersebut menjadikan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) Kalimarau menjadi menyusut.

“Kalau berbicara pendapatan BLU pasti sangat berpengaruh, karena tingkat okupansinya juga cukup rendah,” katanya.

“Kalau melihat peningkatan, saya pikir tidak ada peningkatan dan masih relatif stagnan (tidak berkembang),” sambungnya.

Dengan kondisi serba sulit itu, Bambang selaku Kepala UPBU Kalimarau tidak dapat berbuat banyak. Sebab kata dia, pihaknya hanya bisa menyelenggarakan dan menerapkan regulasi yang dituangkan dalam kebijakan pemerintah.



“Kita mendukung bagaimana penanggulangan wabah pandemi ini bisa cepat selesai, cepat terkendali dan normal. Insya Allah, penerbangan bisa ‘bergairah’ lagi untuk melakukan perjalanan, kemudian banyak maskapai yang bisa masuk kembali memulai slot area Berau yang bisa menjadi pilihan buat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara,” jelasnya.

Meski demikian, pihak UPBU tetap optimis maskapai yang kini menyetop rute ke Berau bisa kembali masuk asalkan nilai okupansi (kepadatan) bisa berangsur-angsur membaik.

Saat ini saja, jumlah penumpang yang menggunakan jasa pelayanan di Bandara Kalimarau hanya berkisar 300 orang dalam perhari. Jumlah itu sangat jauh dibanding saat keadaan normal sebelum pandemi yang bisa mencapai kurang lebih 1.300 orang.

“Saya hanya bisa mengimbau kepada masyarakat khususnya calon pengguna jasa penerbangan agar mematuhi protokol kesehatan supaya kondisi pandemi ini bisa terkendali, sehingga okupansi, kegiatan dan gairah masyarakat untuk melakukan penerbangan juga bisa meningkat,” imbau Bambang.

“Sehingga ketika okupansi calon penumpang itu meningkat korelasinya adalah dengan teman-teman maskapai tentu akan melirik pasar itu,” pungkasnya. (Redaksi Anews)

Bagikan