TANJUNG REDEB – Teknologi yang terus berkembang seperti sosial media (Sosmed) mengharuskan masyarakat juga untuk ikut berkembang. Tak hanya itu, sosmed juga bisa menjadi salah satu media penyampaian saran dan kritik bagi pemerintah.
Tak dapat dipungkiri, dengan adanya media sosial memberikan manfaat besar dalam sistem pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Berau.
“Media sosial sangat membantu pemerintah daerah dalam memantau kondisi di lapangan, dan merespons dengan cepat berbagai persoalan masyarakat,” ujar Wabup Berau, Gamalis beberapa waktu lalu.
Informasi yang beredar di platform digital seperti Facebook, Instagram, hingga grup WhatsApp, menjadi saluran komunikasi tak langsung yang sangat efektif antara masyarakat dan pemerintah.
“Keberadaan media sosial saat ini sangat membantu kami. Banyak laporan atau keluhan masyarakat yang bisa kami akses secara cepat. Dari situ kami bisa segera melakukan penanganan atau minimal menyiapkan langkah-langkah melalui OPD terkait,” sambungnya.
Ia mencontohkan, laporan masyarakat terkait infrastruktur seperti jalan rusak, genangan air, ataupun tiang listrik tumbang kerap kali lebih dulu viral di media sosial sebelum masuk ke kanal resmi pemerintah.
“Misalnya, kalau ada laporan jalan berlubang atau rusak, kami bisa langsung koordinasikan dengan Dinas PUPR. Kalau ada masalah listrik, kita teruskan ke pihak PLN. Informasi yang cepat itu penting agar respons kita juga cepat,” jelasnya.
Gamalis juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menyikapi informasi-informasi yang bersumber dari media sosial. Menurutnya, OPD di lingkungan Pemkab Berau harus mampu bergerak adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang berkembang sangat dinamis.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap aktif memberikan masukan melalui kanal digital dengan cara yang santun dan informatif. Dengan keterbukaan informasi dan teknologi yang terus berkembang, maka kualitas pelayanan publik akan meningkat. (Ard)













