TANJUNG REDEB – Konsep kerja sama ekonomi biru atau blue economy antara Pemkab Berau dengan Duta Besar Seychelles, dianggap sebagai langkah tepat. Pasalnya, potensi yang ada di Berau sangat cocok untuk pengembangan produk blue economy tersebut.
DPRD Kabupaten Berau juga mengapresiasi dan mendukung langkah ini, sebagai arah baru pembangunan daerah yang berkelanjutan. Karena langkah tersebut merupakan kebijakan strategis, yang dapat memperkuat perekonomian lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Konsep ekonomi biru ini sangat tepat diterapkan di Berau. Selain memiliki potensi laut dan wisata bahari yang besar, pendekatan ini juga memastikan kegiatan ekonomi berjalan tanpa merusak keseimbangan ekosistem,” ujar salah satu anggota Komisi III DPRD Berau saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Ia juga menilai, pengembangan proyek percontohan ekonomi biru di kawasan pesisir, khususnya di Kepulauan Maratua, merupakan langkah konkret Pemkab Berau dalam mendorong sektor pariwisata dan perikanan berkelanjutan.
Oleh karena itu, dirinya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat dalam pelaksanaan program ekonomi biru.
“Dukungan kebijakan dan regulasi daerah akan sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan investasi serta perlindungan terhadap sumber daya alam,” tambahnya.
Dirinya pun mendukung penuh rencana pengembangan ekspor produk industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Berau melalui kerja sama dengan Seychelles dan jaringan pasar Afrika hingga Eropa. (Adv/Ard)













