TANJUNG REDEB – Masalah kurangnya bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Maratua terjawab sudah. Melalui proses panjang, Pulau terluar di Kaltim itu akhirnya memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
SPBN yang baru diresmikan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dan langsung beroperasi itu, menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dan BUMN energi dalam menjawab persoalan klasik masyarakat pesisir, khususnya kelangkaan dan mahalnya harga BBM.
“Saat saya reses di Pulau Maratua, menerima banyak keluhan langsung dari warga pesisir. Selama ini nelayan sering mengalami kesulitan mendapatkan BBM dengan harga wajar bahkan bisa diatas harga normal. Jadi, SPBN ini memang sangat dibutuhkan warga,” ujar salah satu Anggota DPRD Berau, Sutami.
Langkah Pertamina ini sejalan dengan dorongan DPRD Berau agar pemerintah daerah lebih serius memperhatikan distribusi energi ke wilayah kepulauan.
Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan resmi mengoperasikan SPBN 68.773.02 yang berlokasi di Jalan Poros Kampung Payung-Payung, Pulau Maratua. SPBN ini dihadirkan untuk mempermudah akses energi bagi nelayan sekaligus menurunkan biaya operasional mereka.
“Saya melihat ini sebagai bentuk nyata dari visi dan komitmen Presiden Prabowo untuk menyejahterakan nelayan pesisir. Pemerintah pusat, melalui Pertamina, hadir langsung menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini terabaikan,” tutupnya. (Adv/Ard)













