Samarinda – Kobaran api melanda kawasan padat penduduk di Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya di Gang 7 dan Gang Kalindo, RT 14, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Sabtu (9/8/2025) dini hari.
Api yang mulai membakar sekitar pukul 23.50 Wita baru dapat dipadamkan dua jam kemudian, tepatnya pukul 01.50 Wita.
Sebanyak 10 bangunan hangus, terdiri dari delapan rumah tunggal, satu bangsal, dan satu gudang. Akibatnya, 11 kepala keluarga atau 40 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Tiga bangunan lainnya juga terdampak. Tidak ada korban jiwa, namun dua relawan mengalami luka ringan dan seorang relawan mengalami sesak napas.
Salah satu korban, Abdul Ghani Yusuf, mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda.
“Saya sedang tidur dan dibangunkan keponakan. Begitu keluar, api sudah membesar di belakang rumah. Kondisi saya sakit dan tidak bisa berjalan, jadi hanya pakaian di badan yang terselamatkan,” ujarnya.
Ketua RT 14, Syaiful Bahri, mengatakan api pertama kali terlihat di bagian belakang permukiman. Mayoritas bangunan terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat menjalar.
“Sekitar 10 rumah habis terbakar. Gudang dan sebagian arsip kelurahan yang disimpan di lokasi juga ikut hangus,” jelasnya.
Ia menambahkan, warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun jarak sumber air dan keterbatasan mesin membuat upaya tersebut tidak maksimal. Pihaknya segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan relawan untuk meminta bantuan.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda, Hendra AH, menyebut pemadaman melibatkan 12 unit mobil tangki dan 25 mesin portable milik relawan.
“Kendala utama adalah akses jalan yang sempit dan bangunan kayu yang mudah terbakar,” katanya.
Pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam, dibantu relawan dari Samarinda dan Kutai Kartanegara.
Hendra mengimbau warga agar tidak berkerumun di lokasi kebakaran. “Kerumunan warga sering menghambat petugas saat bekerja. Sebaiknya beri ruang agar proses pemadaman berjalan lancar,” tegasnya.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan arus pendek listrik. Namun penyebab pastinya masih diselidiki pihak kepolisian. (Nain)













