Kadisnaker Kunjungi KDC Terkait Penerimaan 400 Karyawan dan Apresiasi Manajemen Rekrutmen Lokal Diutamakan

A-News.id, Berau – Kepala Disnaker Kabupaten Berau, Selasa, 28/9/2021, sambangi PT. Kaltim Diamond Coal (KDC) terkait proses penerimaan 405 orang tenaga kerja yang diperlukan secara bertahap oleh PT KDC untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk operasional mereka di Binungan.

Formasi yang diperlukan lebih banyak untuk mengisi posisi operator berbagai alat berat seperti operator HT, ADT, Excavator, Bulldozer, Grader, Compactor, dan lainnya selain beberapa posisi mekanik dan driver. Untuk sementara ini baru 79 orang karyawan yang sudah mengisi formasi yang diperlukan.

Kadisnaker Berau, Junaidi mengatakan proses penerimaan karyawan PT. KDC ini dilakukan secara bertahap, sampai nanti semua formasi yang diperlukan bisa terpenuhi.

Junaidi juga berharap agar penerimaan tenagakerja oleh PT. KDC ini lebih memprioritaskan warga lokal sesuai Perda No 8 Tahun 2018, selain meningkatkan ekonomi daerah, juga menjawab amanah perda terkait perlindungan tenaga kerja.

Jimmy, salah seorang manajemen KDC Berau mengatakan sejauh ini masih belum semuanya terisi karena, selain memang diperlukan bertahap, banyak dari yang melamar itu yang belum pernah mengenal alat berat atau peralatan dari merk Caterpillar, seperti yang biasa digunakan KDC.

Memang KDC memerlukan banyak karyawan untuk site mereka, baik di Berau maupun di Samarinda, tambah Jimmy, namun kendalanya kadang seperti operator yang dibutuhkan banyak yang melamar yang megang peralatan merk lain, bukan Caterpillar, peralatan yang dimiliki KDC.

“Kami sendiri memerlukan banyak karyawan untuk semua site kami, di Samarinda, juga dikejar target dan lainnya, cuma yang menjadi kendala adalah anggaplah dari 100 lamaran yang masuk dari operator, khususnya di artic semua itu mereknya merk sebelah, kalau kita kan bermain caterpillar nih,” ujar Jimmy.

Menurut Hamzah, Bidang External KDC mengatakan bahwa untuk sementara ini pekerjaan yang mereka akan lakukan terkait pemindahan soil, bukan penambangan batubara. (dit)

Bagikan