Jelang Idul Adha, Kesehatan Hewan Kurban Dicek

sapi

ANews, Tanjung Redeb – Jelang hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Peternakan Berau sudah mulai bergerak melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Namun untuk langkah awal pemeriksaan baru dilaksanakan di dua kecamatan yakni Sambaliung dan Tanjung Redeb, Kamis (24/6/2021).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Distanak Berau I Putu Setion mengatakan, untuk pemeriksaan awal tersebut sudah dilaksanakan pada, Senin (14/6/2021). Pada hari itu, kata Putu baru sebagian hewan ternak yang diperiksa.

“Ini baru tahap awal dan nanti selanjutnya kami akan melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut sambil menunggu kandang-kandang penampungan terisi penuh,” katanya.

Bagi kecamatan yang berada jauh dari ibukota kabupaten Berau, Lanjut Kabid Keswan tersebut akan dilaksanakan oleh petugas peternakan setempat. Sekaligus memantau ketersedian hewan kurban.

“Untuk pemeriksaan yang sudah kita laksanakan adalah pemeriksaan kesehatan dan umur ternak. Khusus untuk kesehatan diprioritaskan kepada pemeriksaan penyakit hewan menular ke manusia seperti antraks, dan ini diperiksa langsung oleh tim dari dokter hewan,” jelas Putu.

Hewan ternak yang terserang penyakit antraks tersebut, mempunyai ciri-ciri yaitu mata buram, cekung, mengantuk, telinga terkulai. nafsu makan berkurang, minumnya sedikit dan lambat, kotoran sedikit, mungkin diare atau kering dan badan panas, detak jantung dan pernapasan tidak normal.

“Pemeriksaan hanya baru dilaksanakan secara fisik, dan selama pemeriksaan kemarin belum ditemukan adanya ternak yang terkena penyakit antraks,” katanya.

Lanjut Putu, ia memastikan kalau tidak ada ternak yang berpotensi terkena penyakit antraks sebab kebanyakan ternak sudah menjalani masa karantina sebelum dikirim ke Kabupaten Berau.

“Kami masdih terus memantau agar kandang-kandang yang belum terisi bisa terisi secara total baru kami turun kembali melakukan pemeriksaan mungkin nanti menjelang hari raya Idul Adha,” ujar Putu.

“Karena kondisi pandemi juga diarahkan agar penjualan hewan kurban bisa mematuhi protokol kesehatan. Begitu juga nanti saat pemotongan hewan kurban,” tandasnya. (mik)

Bagikan