TANJUNG REDEB – Upaya pengendalian inflasi di Berau terus dilakukan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Dinas Pangan Kabupaten Berau.
Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasar. Di antaranya beras SPHP, beras premium, minyak goreng, gula, telur ayam, hingga daging sapi. Pada waktu tertentu, bawang juga turut disediakan sesuai ketersediaan.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Basri, mengatakan bahwa GPM merupakan langkah pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok yang berpotensi terjadi.
“Tujuan utamanya pengendalian inflasi dan mengantisipasi kenaikan harga. Program ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun dan terus dilakukan secara rutin,” ujarnya saat ditemui, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga akibat berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca dan pasokan.
Untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, Dinas Pangan bekerja sama dengan Perum Bulog serta sejumlah distributor. Sistem penyediaan stok dilakukan secara fleksibel menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Kalau stok habis, kita tambah lagi. Jadi masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pembelian beras dibatasi maksimal dua karung per orang per hari guna memastikan distribusi merata kepada masyarakat.
Informasi pelaksanaan GPM juga disampaikan melalui pemerintah kelurahan agar warga yang membutuhkan dapat langsung mengakses kegiatan tersebut.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. (Man)













