Follow kami di google berita

Jadi Ancaman Nyata, Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Harus Fokus ke Masyarakat

Penandatanganan komitmen bersama lintas sektor dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi bencana banjir di Kabupaten Berau.

TANJUNG REDEB – Bencana alam khususnya banjir dan kebakaran yang sering terjadi di Kabupaten Berau, menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Terlebih setelah adanya banjir bandang beberapa waktu lalu di beberapa kampung yang menyebabkan kerugian luar biasa bahkan sekolah hingga rumah dan tempat ibadah ikut terbawa arus banjir, haruslah menjadi warning perlunya ada perhatian khusus dalam penanganannya.

“Banjir setiap tahun jadi ancaman nyata masyarakat Berau, khususnya daerah rawan mulai dari kota hingga pesisir. Bahkan sepanjang sejarah, banjir di Kampung Long Ayap dan Long Ayan itu jadi banjir terparah. Sehingganya, dokumen rencana yang disusun ini bukan hanya sekadar formalitas, tapi bentuk nyata dari komitmen, untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi kerugian serta pemulihan pasca bencana,” tegas Sri Juniarsih saat membuka acara di ruang Sangalaki, Selasa (29/7/2025) pagi.

Penyusunan dokumen kontingensi banjir ini diharapkan tidak berhenti diatas kertas saja, tapi benar-benar diaplikasikan dalam pelatihan dan sumber daya yang memadai. Dan sesuai undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana menegaskan bahwa Pemda memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

“Saya meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seperti kebakaran yang menuntut kesiapsiagaan, antisipasi mengingat cuaca yang sangat panas yang bisa dengan mudah membakar apa saja,” tambahnya.

Sri Juniarsih menyebut jika sebelumnya juga sudah pernah terjadi kebakaran hutan, yang dampaknya luar biasa. Pemerintahan bisa lumpuh karena asap mengganggu akses penerbangan, ekonomi tak bisa berputar, bahkan masyarakat tak bisa kemana-mana.

“Seperti beberapa waktu lalu, asap tebal karena area hutan terbakar di dalam tanah. Masyarakat tak bisa melakukan aktivitasnya secara normal, sehingga roda perekonomian juga lumpuh. Jangan sampai itu terjadi lagi,” tutupnya.

Bupati pun berpesan agar camat hingga aparat kampung ke bawah harus bisa melakukan antisipasi, memperingatkan ke warga dalam menyikapi dan menanggulangi jangan sampai terjadi kebakaran. Selain itu, BPBD juga diminta bisa jadi motor penggerak kolaborasi ini. (Adv/fan)

Bagikan

Subscribe to Our Channel