Izin Makanan Beku Jadi Sorotan Dinkes Berau

ANews, Tanjung Redeb – Maraknya penjualan makanan beku atau frozen food di setiap toko di Tanjung Redeb menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Berau. Hal tersebut lantaran dari hasil operasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda beberapa waktu lalu masih banyak menemukan olahan tanpa dilengkapi izin edar,senin(14/6/2021).

Hal tersebut dikhawatirkan Dinas Kesehatan tidak sesuai dengan standar kualitas makanan untuk dikonsumsi. Sebab untuk setiap produk makanan yang dipasarkan terlebih dulu harus melalui berbagai pemeriksaan sebelum diberikan izin dan layak untuk dikonsumsi masyarakat umum.

“Kita bekerjasama dengan BPOM bagaimana kaitannya yang pertama adalah agar setiap pelaku usaha mengerti bagaimana cara produksi yang baik, karena kita sudah banyak sekali produksi makanan beku, nah sekarang masalahnya makanan beku untuk dipasarkan dengan baik itu harus memiliki izin,” ujar Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi saat ditemui beberapa waktu lalu.

Iswahyudi menuturkan kalau makanan beku harus wajib mempunyai izin dari BPOM tidak cukup dengan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Untuk memberikan pemahaman warga, pihak Dinas Kesehatan menggelar pertemuan dengan para pengusaha yang membuat olahan makanan dibekukan di ruang Sangalaki, kantor Bupati Berau.

Sedikitnya ada sebanyak 50 orang pengusaha olahan makanan beku yang mengikuti pertemuan tersebut.

“Kalau makanan yang dalam jangka waktu sehari seperti UMKM itu bisa pakai P-IRT sedangkan kalau makanan beku yang behari-hari itu harus BPOM, makanya ada pendampingan sehingga tidak salah. Sehingga juga nanti masyarakat yang mengkonsumsi juga aman,” tuturnya.

Iswahyudi juga mengakui sebelumnya sempat ada kasus bahwa ada beberapa produsen yang sudah memasarkan hasil olahannya dengan tidak mempunyai izin edar dari BPOM. Lantaran tidak berizin maka produksi tersebut terpaksa harus ditarik oleh tim dari Dinas Kesehatan.

“Sehingga dengan adanya sosialisasi dan pendampingan juga mereka (produsen) bisa meningkatkan kualitas hingga memperbaiki kemasannya,” ujar Iswahyudi.

“Kita memfasilitasi ini, nanti setelah ini ada lagi kelanjutannya adalah konsumennya. Yang kita hadirkan antara lain PKK, Mahasiswa. Jadi hasil akhirnya nanti produsennya dapat memasarkan produk dengan baik, dan konsumennya bisa cerdas dalam memperhatikan produk makanan yang dikonsumi,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Makanan beku adalah makanan yang dibekukan dengan tujuan untuk mengawetkan makanan hingga siap dimakan. Sejak zaman dahulu, petani, nelayan, dan pemburu telah mengawetkan hasil usaha mereka di bangunan yang tidak terhangatkan ketika musim dingin.(mik)

Bagikan