Follow kami di google berita

Harga Pakan Ikan di Berau Tembus Rp400 ribu per Karung

TANJUNG REDEB – Tingginya harga pakan ikan masih menjadi kendala utama bagi pembudidaya ikan keramba di Kabupaten Berau. Harga pakan pabrikan disebut menembus lebih dari Rp400 ribu per karung ukuran 30 kilogram, sehingga membebani biaya produksi pembudidaya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Kawasan Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Budiono, mengatakan persoalan pakan menjadi keluhan yang paling sering disampaikan pembudidaya, terutama bagi mereka yang mengandalkan pakan pabrikan.

“Kalau pakan memang harganya di sini agak terlalu mahal. Itu yang jadi kendala rata-rata pembudidaya,” ujarnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, mahalnya harga pakan membuat pembudidaya harus mengeluarkan biaya produksi yang tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada margin keuntungan, khususnya bagi pembudidaya skala kecil.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, sebagian pembudidaya di Berau mulai berinovasi dengan memanfaatkan pakan alternatif. Bahan pakan alternatif tersebut berasal dari sisa warung maupun produk makanan kedaluwarsa yang masih layak diolah sebagai pakan ikan.

“Sekarang sudah banyak pembudidaya yang pakai pakan alternatif. Dari bekas-bekas warung, kue-kue yang sudah expire, itu diolah lagi dan masih bisa dikonsumsi ikan,” jelasnya.

Budiono menilai inovasi pembudidaya tersebut cukup membantu dalam menekan biaya produksi, meskipun belum sepenuhnya dapat menggantikan pakan pabrikan. Pakan alternatif digunakan sebagai solusi sementara agar usaha budidaya tetap berjalan.

Ia menambahkan, pemerintah daerah melalui Diskan Berau juga memberikan dukungan terbatas berupa bantuan pakan dan benih ikan melalui kelompok pembudidaya. Namun bantuan tersebut bersifat stimulan dan tidak diberikan setiap tahun.

“Kita hanya bisa bantu secara kelompok dan sifatnya tidak terus-menerus. Harapannya, setelah dibantu, pembudidaya bisa mandiri dan mengelola usahanya sendiri,” katanya.

Diskan berharap, ke depan ada penguatan inovasi pakan alternatif dan efisiensi biaya produksi agar budidaya ikan keramba di Berau tetap berkelanjutan di tengah mahalnya harga pakan. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel