BERAU — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu, menegaskan bahwa kampung harus mulai bergerak mandiri dalam menggali pendapatan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki.
”Kami menilai banyak aset kampung yang masih belum optimal dan hanya menjadi beban perawatan tanpa menghasilkan pemasukan,” ujarnya. Minggu (30/11).
Menurutnya, salah satu cara yang paling realistis dan cepat dijalankan adalah menyewakan aset kampung untuk aktivitas produktif, baik kepada masyarakat, pelaku usaha, maupun perusahaan.
“Kampung harus mulai menyewakan aset. Kalau ada perusahaan ingin bekerja sama, itu boleh. Jangan sampai aset nganggur, hanya tersimpan tapi tidak memberikan manfaat,” tegas Tentram.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kampung memiliki ruang untuk mengatur pola kerja sama yang tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Sistem bagi hasil juga bisa diterapkan agar pendapatan tidak hanya terkumpul di pemerintah kampung, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi warga.
Tentram mencontohkan skema bagi hasil yang dapat diterapkan secara proporsional.
“Misalnya 30 persen untuk kampung, 20 persen untuk BUMKam, atau skema lain itu tinggal kreatif. Yang penting aset menghasilkan, bukan hanya dipajang,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kemandirian keuangan kampung adalah tuntutan zaman. Kampung tidak boleh selamanya menggantungkan pembangunan hanya dari dana transfer pemerintah.
“Sejak dulu kita didorong untuk siap mandiri. Jangan tergantung dengan dana transfer. Kalau aset bisa dikelola, kampung itu lebih baik,” tambahnya.
Tentram meyakini bahwa pemanfaatan aset secara produktif dapat membuka lapangan kerja, mengembangkan usaha lokal, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Ia pun mengajak seluruh kepala kampung untuk lebih inovatif dan berani mengambil peluang.
Dirinya menegaskan, pemerintah daerah siap mendampingi kampung dalam penyusunan kerja sama agar tetap sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.
”Dengan langkah ini, kampung diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing” tutupnya. (Adv/Ky)
Dorong Ekonomi Desa, DPMK Berau Minta Kampung Kelola dan Sewakan Aset Secara Kreatif













