DISHUB BERAU: ANGKUTAN PENUMPANG JELANG NATAL DAN TAHUN BARU HARUS MEMILIKI KELENGKAPAN KESELAMATAN DAN IZIN OPERASI

ANEWS, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau tengah mengadakan koordinasi dalam rangka pengaturan, pengamanan dan pengawasan moda transportasi khusus angkutan penumpang menjelang liburan panjang akhir tahun memperingati Hari Raya Natal 25 Desember 2020 dan Menyambut Tahun Baru 2021, demikian disampaikan Abdurrahman, Kadishub Berau, Senin, 14/12.

Abdurrahman mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi bersama jajaran Polres Berau dalam upaya pengaturan dan pengamanan, khusus transportasi angkutan darat, sementara untuk angkutan udara dilakukan pihak otoritas bandara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Sedangkan untuk moda transportasi angkutan laut, pengaturan, pengamanan dan pengawasannya dilakukan oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tanjung Redeb.

Ada beberapa catatan Dishub Berau yang disampaikan ke KUPP Kelas II Tanjung Redeb terkait penggunaan Dermaga Wisata Sanggam untuk pengangkutan penumpang yang akan menggunakan angkutan speed-boat menuju ke beberapa destinasi di pulau-pulau dan pesisir Kabupaten Berau, baik terkait penerapan protokol kesehatan covid-19 maupun terkait penggunaan alat keselamatan pelayaran yang wajib digunakan para penumpang seperti life vest, dan pelampung.

Selain itu, spesifikasi mesin yang digunakan masing-masing speed-boat dan long speed boat juga harus diperhatikan, yang menurut Kadishub Berau seharusnya menggunakan 2 (dua) unit mesin untuk setiap speed boat, sebagai antisipasi jika terjadi keadaan emergency, misalnya salah satu mesinnya mati di tengah laut, masih ada mesin yang bisa digunakan.

“Kalau mesinnya 2, ada apa-apa di laut, misalnya 1 mesinnya mati, masih bisa meneruskan perjalanan, tapi kalau hanya 1 cukup riskan, karena melintasi perairan laut,” ujar Abdurrahman.

Dishub Berau juga sudah mendata dari sekian puluh kapal speed boat yang beroperasi menggunakan Dermaga Wisata Sanggam, baik speed kecil maupun besar, terkait mesin yang digunakan, baru 6 kapal speed boat saja yang sudah memiliki mesin ganda, atau 2 (dua) mesin, sementara lainnya masih menggunakan 1 mesin.

Pihaknya sudah menghimbau agar kapal-kapal speed yang rutenya melintasi perairan laut untuk menggunakan 2 mesin di setiap kapal. (jul/nov)

Bagikan