BERAU – Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi, menyoroti panjangnya masa antrean calon jemaah haji Indonesia yang di beberapa daerah sudah mencapai belasan hingga puluhan tahun. Ia mendesak pemerintah pusat untuk memperjuangkan penambahan kuota haji agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Antrean haji sekarang sudah sangat panjang. Ada yang harus menunggu 30 bahkan 40 tahun. Ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Sumadi.
Ia mengingatkan bahwa isu pemangkasan kuota haji sempat mencuat pada pertengahan tahun lalu, yang disebut-sebut akibat catatan dari pemerintah Arab Saudi terkait kondisi kesehatan jemaah asal Indonesia.
Namun, menurutnya, persoalan itu seharusnya disikapi dengan perbaikan sistem seleksi dan pembinaan calon jemaah, bukan dengan mengurangi kesempatan masyarakat untuk berhaji.
“Kalau kuota benar-benar dikurangi, antrean bisa sampai seabad. Padahal sekarang saja sudah terlalu lama. Solusinya bukan pemangkasan, tapi perbaikan koordinasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan,” tegasnya.
Sumadi juga mendorong pemerintah untuk lebih aktif bernegosiasi dengan Arab Saudi agar kuota haji bagi Indonesia bisa terus ditingkatkan, mengingat jumlah penduduk Muslim di Indonesia adalah yang terbesar di dunia.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap biro perjalanan haji. Menurutnya, keberadaan oknum travel haji nakal tidak hanya merugikan jemaah, tetapi juga dapat mencoreng reputasi Indonesia di mata internasional.
“Pemerintah harus hadir dan tegas menindak lembaga atau travel yang menyalahi aturan, agar kepercayaan jemaah dan nama baik Indonesia tetap terjaga,” pungkas Sumadi.(man/adv)













