Follow kami di google berita

Calon Hewan Kurban Diverifikasi dengan Ketat

TANJUNG REDEB – Menjelang Idul Adha, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) di Kabupaten Berau memperketat pengawasan masuknya hewan kurban dari luar daerah. Hingga saat ini, belum ada ternak yang benar-benar lolos masuk karena masih dalam proses pemeriksaan kesehatan.

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengungkapkan sebelumnya terdapat pengajuan pemasukan 34 ekor sapi dari Sulawesi Selatan untuk persiapan kurban. Pengajuan tersebut telah mendapat rekomendasi awal, namun tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum diizinkan masuk.

“Permohonan rekomendasi pemasukan ternak ke sini telah kami ACC. Namun, saat dalam proses pemeriksaan, ternyata sapi dari sana terindikasi PMK, sehingga tidak bisa masuk ke sini,” ujarnya ditemui Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, beberapa hari lalu juga ada rencana pemasukan ternak lainnya untuk menambah persediaan hewan kurban. Namun hingga kini, ternak tersebut masih dalam proses verifikasi sehingga belum dinyatakan lolos.

“Sementara ini yang benar-benar lolos masuk masih belum ada, masih dalam proses,” katanya.

Menurut Lita, setiap ternak yang masuk ke Berau wajib melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas DTPHP. Pemeriksaan dilakukan saat hewan tiba, untuk memastikan kelayakan sebagai hewan kurban.

“Nanti kalau sapi sudah datang kami pasti melakukan pemeriksaan pada hewan-hewan tersebut, layak atau tidaknya, sehat atau tidaknya apalagi untuk hewan kurban,” jelasnya.

Pengawasan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit hewan menular, khususnya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini menjadi perhatian. Dengan pemeriksaan ketat, DTPHP memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat dan aman. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel