MARATUA – Abrasi masih menjadi ancaman serius bagi Kabupaten Berau. Wilayah perairan kepulauan hingga pesisir terancam kehilangan daratan, jika tak segera diambil langkah cepat.
Seperti di Kampung Payung-Payung Kecamatan Maratua. Meskipun sudah ada bangunan bronjong penahan abrasi, namun tak menjamin tak terjadi abrasi.
Usia bronjong yang cukup tua yang dibangun sejak 2006 ini, dinilai perlu dievaluasi menyusul semakin parahnya abrasi yang terus terjadi di kawasan pesisir.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat meninjau langsung lokasi abrasi di kampung itu, melihat sendiri bagaimana gelombang laut terus menggerus garis pantai, hingga mendekati area permukiman warga.
Menurutnya, keberadaan bronjong yang telah berusia hampir dua dekade perlu mendapat perhatian agar tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai pelindung pantai.
“Peremajaan atau pembangunan ulang bronjong ini sangat diperlukan agar perlindungan pantai dapat berfungsi maksimal dalam menahan abrasi dan melindungi permukiman warga,” ujarnya.
Kebutuhan krusial penanganan dari dmapak abrasi juga segera diinventarisasi. Meskipun untuk penanganan kawasan pesisir dan pantai bukan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, namun Pemkab Berau akan mengambil langkah koordinasi dengan pemerintah yang memiliki kewenangan, agar persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami akan sampaikan surat ke instansi yang berwenang agar kondisi abrasi di Kampung Payung-Payung ini dapat segera ditindaklanjuti dan mendapatkan penanganan yang diperlukan,” katanya.
Menurutnya, langkah percepatan penanganan perlu dilakukan mengingat dampak abrasi tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan dan keberlangsungan permukiman masyarakat pesisir.
Pemkab Berau berharap usulan penanganan yang disampaikan nantinya dapat segera mendapat respons sehingga pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur pengendali abrasi dapat direalisasikan. Dengan demikian, kawasan pesisir Kampung Payung-Payung tetap terlindungi dari ancaman gelombang laut yang terus mengikis daratan. (Ard)













