BPBD Berau Kekurangan Perahu Karet Untuk Tingkatkan Kinerjanya

Anews, Kelay – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau masih melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak dari bencana banjir yang tersebar di empat kecamatan hingga, Selasa (18/5/2021).

Selain melakukan pengecekan di sejumlah titik, bantuan berupa paket sembako masih terus dibagikan oleh petugas yang bersiaga. Sedikitnya ada 2.507 Kepala Keluarga terdata yang menjadi korban musibah banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Berau Thamrin mengatakan, kendala yang dihadapi pihaknya saat ini adalah kurangnya unit perahu karet. Sebab hanya ada tiga yang selalu dipakai untuk mengevakuasi.

“Kita ini kan ada dua sungai (Kelay dan Segah) perlu ada speed boat yang bisa menyusuri sungai-sungai ini itu yang pertama, yang kedua perahu karet, itu yang perlu,” kata Thamrin.

Thamrin mengaku, sebelumnya BPBD Berau sempat mendapat bantuan armada perahu karet dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) namun tidak bertahan lama bahkan kondisinya sudah rusak dan hanya tersisa satu perahu fiber.

“Ini yang baru kami beli ada dua unit (perahu karet) tapi robek satu pada saat ada kegiatan,” katanya.

Lebih lanjut, Thamrin menuturkan bahwa paling tidak ada lima unit yang seharusnya dimiliki BPBD Berau untuk disiagakan.

“Speed boat masih bisa kalau ada satu tidak masalah, karena untuk ke laut kan kita sudah punya, yang untuk ke sungai ini yang belum (ada),” ucap Thamrin.

Meski armada sungai yang dimiliki minim, namun petugas BPBD Berau sejauh ini masih melakukan berbagai langkah sebisa mungkin menggunakan armada seadanya. Sementara itu, dari laporan titik terparah banjir meliputi, Long Lanuk, Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Inaran, Bena Baru dan beberapa kampung sekitarnya.

“Lima desa itu masih tergenang dan sempat ada kenaikan sedikit, tapi perlahan kita pantau mulai menurun lagi,” tandasnya.(myk)

Bagikan