BPBD BERAU INGATKAN PERUSAHAAN TAMBANG JANGAN ANGGAP SEPELE MASALAH NAIKNYA GRAFIK POSITIF COVID KARENA TIMBULNYA KLASTER BARU

ANEWS, Berau – Kepala BPBD Berau, Thamrin, S. Sos, mengatakan memang ada kenaikan pasien Covid-19 di Kabupaten Berau baru-baru ini, saat dikonfirmasi ANews, Kamis, 3/12 di kantornya.

“Sebagaimana yang kita ketahui bahwa penanganan covid ini ada beberapa strategi memang yang harus dilakukan, yang pertama itu strategi 3m memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan kemudian yang perlu kita perhatikan bagaimana melakukan tracing kemudian treatment dan testing itu,” kata Thamrin.

Menurut dia, di Berau grafik peningkatan covid ini memang banyak, salah satunya karena masyarakat tidak mematuhi hal-hal terkait protokol Kesehatan.

“Bagaimana caranya agar mereka betul-betul mengikuti strategi tadi, maka itulah kita mengikuti intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 kemudian kita tindak lanjuti dengan Perbup No. 52 terkait Penegakan, Pendisiplinan dan Penegakan hukum, dalam rangka menerapkan protokol kesehatan tersebut,” tambahnya.

“Kita sudah membentuk tim gabungan itu oleh Asisten I Setd. Inilah yang selalu kita lakukan operasi siang malam, kami pun dari sini sudah menyiapkan masker diberikan kepada masyarakat secara cuma-cuma supaya mereka pakai tapi ini banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan apakah kurang percaya atau bagaimana, pun kami juga sudah sosialisasikan ke kampung-kampung, kita sudah menyampaikan walaupun di kampung-kampung ini zona hijau, perlu harus tetap memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak karena kita tidak mengetahui covid ini ada orang kena tanpa gejala (OTG) dan jangan sampai kita tanpa gejala tapi ada virus, itulah sebabnya maka itu jadi hal yang perlu ditegakaan diterapkan adalah penegakan disiplin dan penegakan hukum itu yang dilakukan sesuai dengan Perbup No 52 Tahuin 2020,” bebernya.

Penegakan hukum dalam rangka menerapkan protokol kesehatan tersebut kemudian sudah dilaksanakan tim gugus tugas covid, yang sudah berjalan ke  tempat hiburan malam, kemudian jalan-jalan umum serta tempat tempat ramai

“Sebenarnya khusus untuk perusahaan, mulai zaman Bupati Alm Muharram kita sudah kumpulkan kemudian masuk lagi Pjs Bupati ini, dua kali kita kumpulkan perusahaan ini untuk bagaimana menerapkan protokol kesehatan itu dan mematuhi surat edaran dari dirjen yang sudah ditindak lanjuti oleh dinas kesehatan yang sudah ditandatangani oleh Bupati,” pungkasnya.

Dia juga heran hal itu bisa terjadi lagi peningkatan klaster perusahaan tambang karena di setiap pertemuan dari perusahaan, manajemen protokol kesehatan sudah mantap dilaksanakan, namun kondisinya seperti saat ini jadi tanda tanya.

“Kalau sudah dilaksanakan, kenapa kita sudah masuk zona Kuning beberapa waktu lalu muncul klaster SIS, kita kembali Merah mulai dari kuning ke Orange langsung ke Merah lagi, dan ada tambahan lagi dari klaster kesehatan ini, dari perawat ini banyak yang kena lagi,” tambahnya.

BPBD Berau meminta perusahaan-perusahaan tambang jangan menganggap sepele masalah perjalanan cuti dan keluar masuknya karyawan ke Berau.

“Khusus untuk perusahaan memang kita harapkan supaya teman-teman itu jangan menganggap sepelelah. Ini kita terlalu los untuk cuti dan sebagainya, saya amati di media setiap datang, itu pasti ada kenaikan grafik, itu dari perjalanan perusahaan itu yang menambah terus, yang paling besar kemarin itukan Klaster SIS ini,” katanya.

Dia juga menyampaikan saat akan meninjau PT. SIS beberapa waktu lalu , pihak perusahaan masih menahan, dan baru besoknya dilanjutkan oleh tim dari Dinas Kesehatan dan Satpol PP.

“Nah SIS kita sudah melakukan peninjauan kesana, pertama saya meninjau kesana masih ditahan, nah besoknya baru dilanjutkan oleh dinas kesehatan dan satpol pp dan itu sudah ada melaporkan bahwa sudah ada dilaksanakan peninjauan,” tutupnya. (jul/nov)

Bagikan