Follow kami di google berita

Bidan Nihil, Ibu Hamil di Inaran Tak Bisa Dapatkan Layanan Kesehatan

TANJUNG REDEB – Kekurangan tenaga kesehatan di kampung-kampung di Kabupaten Berau masih menjadi pekerjaan rumah. Seperti di Kampung Inaran Kecamatan Sambaliung, yang sampai saat ini tidak memiliki bidan yang bertugas secara tetap.

“Tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Inaran masih ada. Tapi memang untuk khusus bidan tidak ada,” ujar Kepala Kampung Inaran, Amirullah dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dengan nihilnya bidan di kampung itu, ibu hamil yang membutuhkan layanan kesehatan atau menjalani proses persalinan, harus dirujuk ke kampung tetangga atau kampung terdekat yakni Pegat Bukur.

Ia menyebutkan, sebelumnya Kampung Inaran sempat memiliki bidan, namun yang bersangkutan telah pindah tugas ke Kampung Segah setelah mendapatkan SK baru sebagai tenaga P3K. Sejak saat itu, posisi bidan di Kampung Inaran belum terisi kembali.

“Sekarang kami masih terus mengusulkan agar ada bidan yang ditempatkan di Inaran,” ujarnya.

Sebagai informasi, jarak tempuh antar kampung relatif dekat, sekitar 15 menit perjalanan darat dengan kondisi jalan yang sudah memadai.

“Kalau kondisi normal, perjalanan cepat. Tapi kalau banjir, akses bisa terputus dan ini yang jadi kekhawatiran kami,” katanya.

Meskipun sudah ada mantri yang bertugas di Pustu itu, tapi pelayanan yang diberikan tidak akan bisa maksimal, karena idealnya untuk layanan kesehatan perempuan ditangani oleh petugas perempuan.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kampung Inaran tengah menyiapkan calon bidan dari putri daerah. Saat ini, calon tersebut masih dalam proses penyelesaian administrasi dan pengambilan akta profesi. Pihak kampung juga telah mengajukan dukungan beasiswa ke PT Berau Coal, untuk pembiayaan selama satu tahun pendidikan.

“Kami sengaja siapkan anak kampung sendiri supaya nanti betah dan tidak cepat pindah. Kalau tenaga dari luar daerah, biasanya tidak tahan lama,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah kampung juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas Sambaliung dan Dinas Kesehatan terkait kekurangan tenaga bidan. Namun untuk sementara, warga masih diarahkan memanfaatkan layanan di Pegat Bukur karena keterbatasan penempatan tenaga dari puskesmas.

“Sudah kami sampaikan tahun ini. Saran mereka sementara ke Pegat Bukur dulu karena jaraknya dekat dan akses jalannya sudah bagus,” pungkas Amirullah. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel