TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mematangkan persiapan menjelang kedatangan tim verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dari Badan Geologi Kementerian ESDM yang dijadwalkan turun pada awal Juli 2026.
Sebanyak 15 geosite yang tersebar dari wilayah Kelay hingga Kepulauan Maratua, akan menjadi objek penilaian tim ahli, yang terdiri dari peneliti dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Sekretaris Daerah Berau, M. Said, mengatakan proses verifikasi ini merupakan tahapan penting untuk memastikan dokumen usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang telah diajukan sebelumnya sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Tim yang datang nantinya tidak hanya dari Badan Geologi, tetapi juga melibatkan para peneliti dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Hasanuddin,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, wilayah Berau memiliki porsi geosite yang cukup besar dalam kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Jika Kabupaten Kutai Timur memiliki 11 geosite, maka Berau tercatat memiliki 15 geosite yang tersebar di sejumlah kecamatan.
“Lokasinya cukup luas, mulai dari kawasan Kelay, pesisir Biduk-Biduk hingga kawasan Maratua,” katanya.
M. Said menjelaskan, penilaian geopark tidak hanya berfokus pada kekayaan geologi atau bentang alam karst semata. Unsur budaya, sejarah, hingga warisan peradaban yang dimiliki daerah juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.
“Keraton dan situs-situs budaya juga masuk dalam penilaian. Jadi geopark bukan hanya soal alam, tetapi juga nilai sejarah dan budaya yang ada di dalamnya,” jelasnya.
Untuk mendukung proses verifikasi, Pemkab Berau telah meminta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait melakukan pembenahan di lokasi-lokasi yang akan dikunjungi tim penilai.
Persiapan tersebut mencakup peningkatan akses menuju lokasi, pemasangan petunjuk arah, penyediaan sarana pendukung lapangan, hingga penataan situs-situs warisan budaya yang menjadi bagian dari geosite.
“Kami sudah meminta dinas terkait memastikan seluruh kebutuhan di lapangan siap, mulai dari aksesibilitas, papan informasi, hingga fasilitas pendukung lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap proses verifikasi berjalan lancar sehingga Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat menjadi salah satu pengungkit utama pengembangan pariwisata Berau di masa mendatang.
“Kalau seluruh tahapan ini berhasil dilalui, tentu akan menjadi peluang besar bagi Berau untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis alam, budaya, dan sejarah,” pungkasnya. (Akm)













