TANJUNG REDEB – Struktur belanja pada APBD Tahun Anggaran 2026 akan diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar dan mendukung prioritas pembangunan yang berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir terhadap penetapan Raperda APBD 2026.
Bupati Berau menjelaskan bahwa penyusunan belanja daerah tahun 2026 sepenuhnya merujuk pada regulasi dan kebutuhan strategis masyarakat. Belanja daerah diprioritaskan untuk mendanai tiga kelompok besar, yakni urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan wajib non-pelayanan dasar, serta urusan pilihan dan penunjang pemerintahan.
“Pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta kebutuhan pelayanan publik lainnya tetap menjadi prioritas utama pada APBD 2026,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa belanja daerah dirancang dalam empat kelompok besar, yaitu belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Belanja operasi mencakup belanja pegawai, barang dan jasa, hibah, serta bantuan sosial, yang semuanya diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan masyarakat.
Sementara itu, belanja modal akan menyasar peningkatan kualitas aset daerah seperti pembangunan gedung, fasilitas publik, infrastruktur jalan, jaringan, dan irigasi. Pemerintah memastikan alokasi belanja modal tetap proporsional agar pembangunan fisik berjalan optimal meski struktur keuangan mengalami penyesuaian.
“Belanja modal adalah investasi jangka panjang pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Belanja transfer kepada pemerintah kampung juga tetap menjadi perhatian, mengingat pembangunan di tingkat kampung menjadi bagian penting dari pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Berau.
Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa seluruh komponen belanja tersebut telah disusun secara hati-hati dan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, serta akuntabilitas. Penataan belanja juga diselaraskan dengan target capaian pembangunan nasional tahun 2026 agar sinkron dengan arah kebijakan pusat.
“Belanja APBD 2026 ini disusun untuk memastikan pembangunan berjalan optimal, dinamis, dan tetap menjaga kesinambungan program prioritas,” pungkasnya.
Dengan penyusunan belanja yang terarah, Pemkab Berau optimistis pembangunan daerah di tahun 2026 akan semakin produktif dan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Berau juga mengajak seluruh pihak terus bersinergi agar pelaksanaan APBD berjalan maksimal demi kesejahteraan bersama. (Adv/Ta)













