TANJUNG REDEB – Korban pembacokan di Kecamatan Segah berinisial H (20) kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD dr. Abdul Rivai, setelah mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh akibat serangan senjata tajam yang dilayangkan oleh suaminya sendiri.
Direktur RSUD dr. Abdul Rivai dr. Jusram melalui Humas Dani Apriat Maja menjelaskan, korban dirujuk dari Segah ke rumah sakit pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA dalam kondisi kritis akibat kehilangan banyak darah.
“Pasien datang dengan kondisi syok hemoragik akibat pendarahan hebat dari luka yang diderita,” ungkap Dani.
Korban diketahui mengalami luka robek pada tangan kanan dan kiri, bagian kepala, pipi kiri, lutut kiri, hingga pinggang. Tim medis langsung melakukan penanganan intensif sesaat setelah korban tiba di IGD.
Selain mendapatkan tindakan medis darurat, korban juga telah menerima transfusi darah sebanyak dua kantong untuk membantu menstabilkan kondisinya.
Dari hasil pemeriksaan CT Scan, luka bacok yang dialami korban disebut cukup parah karena telah menembus tulang tengkorak bagian kepala. Kondisi itu membuat korban harus dirujuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, guna mendapatkan penanganan dokter spesialis bedah saraf.
“Luka pada bagian kepala dan pipi membutuhkan penanganan lanjutan dari ahli bedah saraf yang tidak tersedia di Berau,” jelasnya.
Pihak rumah sakit juga menjelaskan alasan korban tidak langsung dirujuk pada malam kejadian. Menurut Dani, tim medis harus memastikan kondisi pasien cukup stabil sebelum diberangkatkan ke Samarinda.
“Tim dokter mempertimbangkan kondisi pasien terlebih dahulu. Karena pasien kehilangan banyak darah, perlu transfusi dan observasi agar saat perjalanan rujukan kondisinya tetap stabil,” katanya.
Hingga saat ini korban masih berada dalam pengawasan intensif tim medis sambil menunggu proses rujukan ke Samarinda dilakukan. Kasus pembacokan tersebut sendiri kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. (Akm)













