Razia Intens, Jaringan Narkoba dari Dalam Rutan Terputus

TANJUNG REDEB – Pengawasan di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb diperketat. Razia rutin yang melibatkan TNI, Polri dan Kesbangpol disebut mulai berdampak pada upaya memutus pengendalian jaringan narkotika dari dalam rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, mengatakan penggeledahan kembali dilakukan Kamis (17/9/2026) malam sebagai bagian dari penguatan keamanan dan pemberantasan penggunaan telepon seluler serta pelanggaran lainnya.
Razia dimulai sekitar pukul 20.00 Wita dengan menyasar lima blok yang terdiri dari 23 kamar hunian, termasuk sejumlah fasilitas umum.
Selain penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di dalam rutan.
Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, mulai dari benda berbahan logam, senjata tajam, barang rakitan hingga peralatan seperti tang.
“Barang-barang logam ini selalu kami awasi dan kami lakukan pengetatan agar tidak lolos,” ujar Rian.
Namun, dampak yang lebih besar dari penguatan pengawasan justru terlihat pada sisi pemberantasan narkotika.
Kasat Narkoba Polres Berau, AKP Agus, mengatakan razia rutin yang dilakukan Rutan turut membantu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika dari dalam.
Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya tidak lagi menemukan indikasi pengendalian sejumlah kasus narkotika yang berasal dari dalam rutan.
“Terus terang efeknya kami rasakan. Biasanya dalam beberapa pengungkapan ada yang terafiliasi dengan pengendalian dari dalam rutan. Namun dalam beberapa bulan terakhir tidak kami temukan,” katanya.
Agus menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan rutin di lingkungan rutan. Ia mengapresiasi langkah Rutan Tanjung Redeb yang secara berkala melakukan pemeriksaan bersama aparat penegak hukum.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan razia yang dilakukan Rutan. Ini sudah beberapa kali dilakukan dan merupakan program dari Rutan sendiri,” ungkapnya.
Rian menegaskan pengamanan tidak hanya dilakukan saat razia. Pengawasan terhadap barang yang masuk ke lingkungan rutan terus diperketat untuk mencegah benda terlarang maupun sarana komunikasi ilegal masuk ke kamar hunian.
Sinergi antara Rutan, TNI, Polri dan instansi terkait pun akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus mempersempit peluang terjadinya pelanggaran di dalam rutan.
Razia malam itu berlangsung hingga seluruh blok dan kamar yang menjadi sasaran pemeriksaan selesai digeledah. (Akm)




















