Armada Pemadam Karhutla Masih Terbatas, Gamalis: Minta Perusahaan Turun Tangan

TANJUNG REDEB – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau masih menghadapi kendala pada ketersediaan armada dan peralatan pemadaman.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebut jumlah personel relatif mencukupi. Namun, dukungan peralatan di lapangan masih perlu diperkuat, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan.
“Kita sangat membutuhkan bantuan dari pihak perusahaan untuk mengerahkan armadanya,” ujar Gamalis saat wawancara Jumat (11/9).
Menurutnya, sejumlah peralatan seperti mesin pompa portable dan selang menjadi kebutuhan penting dalam proses pemadaman.
Ia bahkan menemukan mesin portable di bagian logistik yang dinilai masih layak digunakan untuk kondisi saat ini.
Gamalis meminta peralatan yang tersedia tidak hanya disimpan di gudang, tetapi segera diturunkan apabila memang dibutuhkan untuk penanganan bencana.
“Peralatan itu dibeli untuk melayani masyarakat, bukan untuk ditumpuk di gudang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi selang yang digunakan di sejumlah titik. Beberapa di antaranya dinilai belum cukup memadai untuk menjangkau lokasi pemadaman dengan jarak tertentu.
Kondisi pemadaman karhutla, kata Gamalis, berbeda dengan penanganan kebakaran di kawasan permukiman. Petugas harus berhadapan dengan medan yang sulit dan sisa material terbakar yang berpotensi merusak peralatan.
Karena itu, kolaborasi antarpihak dinilai menjadi kunci. Selain pemerintah daerah dan BPBD, dukungan perusahaan melalui armada dan peralatan pemadaman juga diperlukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Memang kita perlu kolaborasi. Kalau personel yang ada masih kurang, tentu harus ditambah dengan dukungan dari pihak lain,” katanya.
Gamalis memastikan personel penanganan karhutla terus dikerahkan. Namun, kekuatan personel tanpa dukungan armada dan peralatan yang memadai dinilai belum cukup untuk menghadapi kebakaran dengan cakupan luas.
Pemerintah daerah pun mendorong seluruh sumber daya yang tersedia segera dimanfaatkan selama penanganan karhutla masih berlangsung.(Adv/Akm)



















