MARATUA – Hingga kini, salah satu permasalahan yang tak kunjung tuntas di salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Berau yakni Pulau Maratua, adalah sampah. Pulau terluar dan terjauh ini diketahui belum memiliki tempat pembuangan sampah representatif.
Jumlah petugas kebersihan yang sangat minim juga menjadi salah satu penyebab masalah sampah ini tak kunjung menemukan solusinya. Proyek pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) pun masih menunggu hingga tahun depan sebelum dapat difungsikan.
“Kalau untuk pengelolaan sampah di Maratua ini kita masih pemilahan. Artinya sampah plastik, sampah anorganik, kita sudah pisahkan. Nah, kalau sampah yang organik mungkin kita masih bisa jadikan buang aja di situ, open dumping, karena tidak berpengaruh dan diurainya juga cepat. Artinya, jadi pupuk juga,” terang Camat Pulau Maratua, Ashari dihubungi via WhatsApp, Rabu (8/7/2026).
Dijelaskannya, saat ini total ada 11 petugas kebersihan di lapangan dan 1 orang pengawas. Semuanya terdaftar sebagai petugas kebersihan di DLHK Berau. Namun, jumlah itu dikatakan Ashari masih belum bisa mencukupi karena luasan Pulau Maratua yang terdiri dari 4 kampung.
“Tidak ada masalah untuk sekarang, masih bisa kita tangani. Tapi kita tetap mengusulkan penambahan petugas kebersihan agar pengangkutan sampah juga bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Pihak kecamatan sendiri, dikatakannya sudah melakukan pengajuan penambahan 10 petugas kebersihan lagi. Karena yang saat ini terkadang harus bekerja dobel shift, baik untuk pembersihan maupun pengangkutan sampah.
“Sudah diajukan. Tapi ada efisiensi anggaran atau pemangkasan, entah kapan bisa dipenuhi kekurangan tenaga petugas kebersihan itu,” katanya.
Petugas yang ada saat ini bekerja pagi dan sore hari. Dengan adanya sistem angkut sampah pagi hari, maka masyarakat diminta mengumpulkan sampahnya di bak sampah yang ada sebelum lagi hari, agar petugas tinggal mengangkut saja nantinya.
“Pengangkutan hanya pagi hari sekitar jam 08.00 WITA, jadi semua pemilik sampah harus mengeluarkan sampahnya sebelum jam pengangkutan. Baik yang di depan UMKM maupun yang di depan rumah masing-masing. Sedangkan sore harinya kita tinggal melakukan kontrol saja,” tutupnya. (Ard)













