TANJUNG REDEB – Meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Berau saat momen libur panjang ternyata membawa dampak lain di lapangan. Selain antrian panjang di SPBU, muncul pula keluhan masyarakat terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diduga dilakukan oknum dengan memanfaatkan situasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Rudi P Mangunsong, menilai kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak terkait. Ia menyebut, praktik “aji mumpung” oleh sebagian pihak tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga masyarakat lokal.
“Di kawasan wisata kemarin terjadi lonjakan pengunjung. Nah, di situ ada laporan masyarakat yang mengeluhkan harga BBM naik karena ada yang memanfaatkan situasi. Ini tentu tidak boleh dibiarkan,” ujar Rudi saat diwawancara beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, secara umum ketersediaan BBM di sejumlah titik seperti Batu Putih dan Bidukbiduk sebenarnya masih mencukupi. Namun, tingginya permintaan serta panjangnya antrean membuat sebagian masyarakat memilih jalur alternatif dengan membeli BBM di luar SPBU, yang harganya cenderung lebih mahal.
“Kalau kita lihat sebenarnya stok itu ada. Tapi karena antrean panjang, ada yang enggan menunggu. Akhirnya membeli di luar dengan harga lebih tinggi. Ini yang kemudian menimbulkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan, terutama dalam menghadapi lonjakan wisatawan yang diprediksi terus meningkat. Ia mendorong adanya penambahan kuota BBM di wilayah-wilayah destinasi wisata, agar kebutuhan dapat terpenuhi secara optimal.
“Ke depan memang perlu penambahan kuota, apalagi daerah kita ini tujuan wisata. Jangan sampai wisatawan datang, tapi justru kesulitan BBM,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, untuk lebih mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memastikan kecukupan bahan bakar sebelum menuju lokasi wisata yang cukup jauh dari SPBU.
“Perlu juga kesadaran dari wisatawan. Kalau memang perjalanan jauh, sebaiknya sudah diperhitungkan kebutuhan BBM-nya, bahkan jika perlu membawa cadangan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (Ta)













