Follow kami di google berita

Salah Satu Korban Insiden Kapal Miring di Balikpapan adalah Warga Berau

BALIKPAPAN – Insiden kapal miring yang hendak sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan pada Selasa (27/1/2026) siang, meninggalkan duka mendalam hingga ke Kabupaten Berau. Salah satu korban yang dievakuasi dalam kejadian ini ternyata merupakan warga Berau.

Dari laporan di lokasi kejadian, Tim Search Anf Rescue (SAR) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, berhasil mengevakuasi empat korban yang tertindih truk di atas kapal penumpang dan barang rute Parepare – Balikpapan, ketika KM Dharma Kartika IX akan sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Empat orang korban yang dievakuasi terdiri atas tiga orang dewasa dan satu anak. Data korban yaitu satu orang laki-laki usia 52 tahun atas nama Idham Rapi, berdomisili di Kabupaten Berau, satu orang perempuan usia 64 tahun atas nama Nurma, berdomisili di Kabupaten Luwu.

Kemudian satu orang anak perempuan berusia 10 tahun, beralamat di Jalan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, kemudian satu orang perempuan usia 43 tahun atas nama Rosnaini, berdomisili di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Laporan insiden ini diterima tim SAR pada Selasa pagi dan langsung menuju ke lokasi kejadian. Akibat gagal sandar itu, truk dalam kapal juga ikut miring, sehingga harus dilakukan evakuasi.

Selain korban manusia, kejadian ini juga mengakibatkan kerugian material berupa satu unit truk pengangkut beras dalam kondisi terbalik pada sisi kanan, satu unit kendaraan pikap L300 pengangkut telur yang tertimbun muatan beras serta tertimpa truk, dan satu unit kendaraan Triton yang turut tertimpa truk beras tersebut.

“Keempat korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR, dengan rincian tiga orang korban selamat dalam kondisi luka-luka dan satu orang korban meninggal dunia atas nama Idham Rapi (L/ 52),” beber Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan Endrow Sasmita.

Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sedangkan satu korban anak yang berusia 10 tahun masih dalam pemantauan tenaga medis di RS Bhayangkara Balikpapan.

Korban Ditemukan Meninggal Terjepit di Kursi Sopir

Evakuasi sendiri dilakukan mulai pukul 12.22 wita, melalui pintu darurat yang berada di samping badan kapal feri tersebut.

Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan, menjelaskan secara rinci tahapan evakuasi korban yang terjepit di dalam kendaraan pribadi roda empat.

Dody menyebut bahwa korban berhasil dievakuasi dari dalam kendaraan pada pukul 12.20 Wita. Lebih lanjut, proses penanganan ini sudah dimulai sejak sekitar pukul 05.50 Wita dengan kondisi awal kendaraan di dalam kapal berada dalam posisi saling berhimpitan.

Menurutnya, kendaraan pribadi korban tertimpa kendaraan lain yang berukuran lebih besar sehingga akses menuju korban sangat terbatas.

Untuk itu, Tim SAR gabungan pun memulai evakuasi dengan memindahkan muatan truk untuk mengurangi beban yang menekan kendaraan korban.

“Muatan truk berupa pasir dan sejumlah sembako harus dipindahkan terlebih dahulu sebelum petugas dapat menjangkau korban. Proses pemindahan muatan dilakukan secara manual karena seluruh kendaraan berada di dalam kapal dan saling berhimpitan,” ungkap Dody.

Setelah beban truk berhasil dikurangi, Tim SAR gabungan dapat melanjutkan evakuasi menggunakan teknik ekstrikasi kendaraan. Petugas memotong beberapa bagian kendaraan pribadi korban agar tubuh korban dapat dikeluarkan dengan aman.

Langkah tersebut dilakukan karena korban berada dalam kondisi terjepit di bagian setir dan tertindih kendaraan besar.

Dody menjelaskan bahwa posisi korban berada di bangku kemudi sebagai pengemudi kendaraan pribadi. Korban tersebut sebelumnya berada di dalam kendaraan bersama anggota keluarganya.

Sementara dua penumpang lain yang berada di dalam kendaraan, yaitu ibu dan anak korban, telah lebih dahulu dievakuasi pada pagi hari dalam kondisi selamat.

Tim SAR memastikan setiap tahapan ekstrikasi dilakukan secara bertahap untuk menjaga keselamatan petugas dan mencegah risiko tambahan.

Dody menyampaikan bahwa korban dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia setelah terjepit cukup lama di dalam kendaraan. Ia menjelaskan bahwa kondisi korban membuat petugas harus membuka struktur kendaraan secara perlahan.

“Satu korban anak atas nama Nur Asisah hingga kini masih menjalani pemantauan medis di RS Bhayangkara Balikpapan setelah proses evakuasi selesai,” pungkas Dody.

Hingga berita ini diturunkan, operasi Tim SAR Gabungan masih terus dilanjutkan. Dody menambahkan bahwa kini difokuskan pada pemindahan barang muatan dan kendaraan. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel