Follow kami di google berita

Tim Focal Point Ikut Beraksi di Masing-Masing OPD

TANJUNG REDEB – Pembangunan daerah khususnya di Kabupaten Berau dipastikan berjalan secara adil dan inklusif. Untuk memuluskan hal itu, tim Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) memegang peran strategis, sekaligus teknis dalam jalannya program ini.

Hal ini ditegaskan dalam Pertemuan Tim Focal Point Perangkat Daerah yang dirangkaikan dengan bimbingan teknis Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan bahwa Tim Focal Point tidak hanya berfungsi sebagai penghubung kebijakan, tetapi juga melaksanakan teknis di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) .

“Tim Focal Point berperan mengidentifikasi isu dan kesenjangan gender pada program OPD, menyusun analisis melalui Gender Analysis Pathway (GAP), serta memastikan hasil analisis tersebut diterjemahkan ke dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Gender Budget Statement (GBS),” ujar Kepala DPPKBP3A Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah, Senin (26/01).

Secara teknis, Tim Focal Point bertugas mengintegrasikan perspektif gender sejak tahap perencanaan, mulai dari penentuan sasaran program, indikator kinerja, hingga pengalokasian anggaran. Mereka juga berkoordinasi dengan tim perencanaan OPD agar dokumen KAK Responsif Gender disusun secara sistematis dan sesuai ketentuan.

Selain itu, Tim Focal Point berperan dalam melakukan pendampingan internal, monitoring, dan evaluasi penerapan PUG di perangkat daerah masing-masing.

“Tim Focal Point kami aktif dalam mengawal penerapan pengarusutamaan gender di internal perangkat daerah, mulai dari pendampingan, evaluasi pelaksanaan program, hingga mendorong peningkatan kapasitas aparatur melalui pembelajaran bersama dan praktik-praktik yang sudah berjalan baik,” pungkasnya.

Melalui penguatan teknis yang berkelanjutan, Tim Focal Point berharap implementasi PUG tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar terwujud dalam program dan kegiatan tersebut. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel