TANJUNG REDEB – Warga Kampung Long Ayap Kecamatan Segah, hingga kini masih menanti janji realisasi Pemkab Berau untuk merelokasi hunian di kampung terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.
Meskipun sudah ada rencana relokasi, namun dari total 76 Kartu Keluarga (KK), hanya 37 KK yang mendapatkan jatah relokasi itu. Hal ini tentu jauh dari harapan masyarakat di sana.
Ditemui Kamis (15/1/2026) siang, Kepala Kampung (Kakam) Long Ayap, Jemi mengungkapkan jika masyarakat di Kampung yang dipimpinnya, berharap agar relokasi untuk seluruh KK yang terdata, bisa terealisasi tuntas tahun ini.
“Harapan kita mudah-mudahan di ABT 2026 ini bisa terealisasi semua. Karena saat ini kan ada warga yang terpaksa masih menumpang di rumah keluarganya,” ujarnya.
Dikatakannya, dari 37 KK yang mendapatkan relokasi itu adalah mereka yang menjadi korban banjir, dan kehilangan tempat tinggalnya.
“Dari 37 itu kita kasih jatah yang betul-betul terdampak. Mereka yang rumahnya hanyut itu yang kita utamakan dulu,” tambahnya.
Untuk lokasi relokasinya, telah dipersiapkan pihak kampung. Lahan seluas 7 hektar hingga 8 hektar akan dipakai untuk lokasi hunian baru 76 KK yang sudah terdata.
“Lokasinya semuanya sudah kita patok. Tinggal menunggu dari bidang aset Pemkab Berau, yang akan mempatokkan kembali. Itu lokasi barunya di atas gunung dan kita pastikan itu lokasi teraman,” bebernya.
Sedangkan untuk sisa KK yang belum mendapatkan jatah relokasi, untuk sementara harus bersabar. Ada yang numpang di rumah keluarga, ada yang di kantor PKK, bahkan ada yang dalam satu rumah ditinggali hingga tiga KK.
Senada, Camat Segah Noor Alam mengungkapkan jika harapan masyarakat memang keseluruhan bisa segera direlokasi. Pihak kecamatan juga akan berupaya agar proses ini bisa lebih cepat.
“Kita siap laksanakan apa yang jadi instruksi Pemkab. Tapi diupayakan usulan tambahan relokasi yang belum bisa diakomodir di anggaran ABT 2026 mendatang,” pungkasnya. (Ard)













