TANJUNG REDEB – BPBD memastikan kesiapsiagaan maksimal menjelang perayaan Tahun Baru 2026, guna mengantisipasi potensi bencana yang tidak diinginkan. Tim tanggap darurat pun disiagakan hingga ke tingkat kecamatan.
Kepala BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi, menjelaskan bahwa pengamanan dan kesiapsiagaan menjelang Tahun Baru dilakukan secara terpadu bersama TNI-Polri dan instansi terkait. Fokus utama adalah pemantauan situasi di lapangan, khususnya di titik-titik keramaian dan wilayah rawan bencana.
Ia mengatakan, hingga saat ini tim tanggap darurat dinilai cukup untuk menghadapi potensi peningkatan risiko menjelang pergantian tahun.
“Kita terus monitoring, dan sejauh ini cuaca juga tidak menunjukkan risiko berat. Namun perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan tetap kami tingkatkan,” ujar Masyhadi saat diwawancara, Sabtu (27/12).
Masyhadi menegaskan bahwa posko kecamatan memiliki peran penting sebagai garda terdepan, dalam memantau situasi wilayah, sekaligus melaporkan perkembangan kondisi terkini kepada BPBD kabupaten.
“Setiap kecamatan kami pantau kegiatannya. Koordinasi terus dilakukan karena pengamanan di lapangan juga melibatkan TNI-Polri di masing-masing wilayah,” pungkasnya.
Langkah antisipasi ini juga dilakukan melalui koordinasi antar lintas instansi serta pemantauan kondisi cuaca secara intensif. Pos pengamanan Polri juga telah disiagakan, di antaranya di kawasan Kilo 5 dan Simpang KFC.
Selain pengamanan, BPBD juga secara rutin memantau kondisi cuaca dua hingga tiga kali sehari. Informasi dari BMKG menjadi acuan utama dalam menentukan langkah kesiapsiagaan. Jika curah hujan meningkat, pemantauan diperketat hingga ke tingkat kecamatan karena di sana sudah ada posko masing-masing. (Ta)













