Follow kami di google berita

Bukan Makanan, Mekanisme MBG Bakal Diganti dengan Uang Tunai?

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini berjalan dengan pemberian menu makanan matang kepada para pelajar, bakal berganti skema dengan pemberian uang tunai.

Perubahan skema ini, disebut-sebut lantaran Menteri Keuangan Purbaya yang mengusulkan perubahan skema, dengan mengajukan izin kepada Presiden agar bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada para siswa.

Usulan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah pertimbangan, mulai dari efektivitas penyaluran hingga transparansi penggunaan anggaran.

Dengan penyaluran MBG dalam bentuk uang, dinilai dapat menghindari permasalahan makanan yang tidak habis dan berujung basi. Selain itu, orang tua dianggap lebih memahami selera dan kebutuhan gizi anak masing-masing, sehingga dana yang diterima dapat dimanfaatkan secara lebih tepat.

Skema tunai juga dianggap berpotensi menekan praktik penyelewengan anggaran karena dana diterima langsung oleh penerima manfaat. Bahkan, jika terdapat sisa dana, orang tua dapat menyimpannya atau menabung untuk kebutuhan anak di kemudian hari.

Dalam usulan tersebut, anggaran MBG tetap mengacu pada nilai yang selama ini digunakan, yakni Rp15 ribu per siswa per hari. Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan Rp75 ribu per minggu untuk lima hari sekolah, atau sekitar Rp300 ribu per bulan.

Dana tersebut diharapkan dapat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian anak selama bersekolah.

Meski masih sebatas usulan dan belum menjadi kebijakan resmi, gagasan ini memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat.

Sebagian orang tua menilai skema tunai lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan keluarga, sementara pihak lain masih mempertimbangkan efektivitas serta pengawasan penggunaannya. Kini, wacana tersebut menjadi bahan diskusi publik. (*)

Bagikan

Subscribe to Our Channel