Follow kami di google berita

Kendala Pendataan Kependudukan di Wilayah Rawan Bencana

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan pendataan kependudukan di sejumlah kampung di Kabupaten Berau masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah rawan bencana dan kawasan yang masyarakatnya belum sepenuhnya memahami tujuan pengumpulan data. Hal tersebut disampaikan Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Berau, Rusnan Hefni, pada kegiatan orientasi pendataan, Selasa (9/12).

Menurut Rusnan, masih ada warga yang ragu atau enggan memberikan data karena khawatir informasi yang mereka berikan digunakan untuk keperluan di luar kepentingan pembangunan. Kondisi ini paling sering ditemui ketika petugas melakukan pendataan dari rumah ke rumah, khususnya di daerah yang masuk kategori rawan bencana.

“Ketika kita mendata rumah-rumah di daerah rawan bencana, sering muncul pertanyaan, Data ini untuk apa?. Ini merupakan masalah yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Rusnan menegaskan pentingnya pendekatan humanis bagi petugas Rumah Data Kependudukan, kader kampung, dan perangkat desa saat menghadapi kecurigaan atau penolakan dari masyarakat. “Kadang masyarakat menolak bukan karena tidak mau, tapi karena tidak paham. Maka tugas kita adalah menjelaskan dengan baik. Ini pentingnya pendekatan sosial,” tegasnya.

Untuk mengatasi kendala pendataan, Rusnan mendorong petugas di lapangan agar menjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat dengan RT, kepala kampung, dan tokoh masyarakat. Menurutnya, kehadiran pihak-pihak yang sudah dipercaya warga akan membantu memperlancar proses pengumpulan data.

“Kalau bekerja sama dengan RT, biasanya data lebih cepat diterima dan tidak menimbulkan keengganan warga. Ini harus menjadi strategi bersama,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa ketidakakuratan data yang dikumpulkan dapat berdampak langsung pada kesalahan analisis dan kebijakan pemerintah daerah.

“Kalau data yang kita buat hanya untuk memenuhi kewajiban, nanti analisisnya salah, dan kebijakan pemerintah juga bisa salah. Ini harus kita hindari,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan orientasi ini mampu memperkuat kemampuan petugas pendataan di tingkat kampung, sehingga proses pengumpulan data benar-benar dilakukan dengan teliti, tepat, dan komunikatif. “Saya yakin, dengan pendekatan yang tepat dan kerja sama semua pihak, kita bisa menghasilkan data yang akurat untuk pembangunan yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv/Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel