Follow kami di google berita

Masyarakat Maratua Berinovasi Racik Pupuk Organik Lokal

Masyarakat Maratua Berinovasi Racik Pupuk Organik Lokal

TANJUNG REDEB – Masyarakat Maratua di Kabupaten Berau, yang mayoritas berprofesi sebagai petani terkendala dalam memperoleh pupuk kimia untuk budidaya tanaman. Akses pupuk cukup sulit dan harga relatif tinggi.

Akibatnya, budidaya tanaman terhambat. Selain itu, hama pengganggu tanaman serta tanah yang tidak subur menyebabkan petani kerap mengalami kerugian.

Kini, masyarakat sudah mulai mengembangkan pupuk cair organik olahan mandiri, usai mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Tim Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun lalu.

Dengan adanya pelatihan sekaligus pendampingan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Maratua, teknik bertani pun beralih secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kegiatan ini pun bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan pupuk kimia.

Masyarakat dilatih untuk membuat pupuk organik cair, campuran media tanam, serta pestisida hayati dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di sekitar kampung. Bahan tersebut meliputi daun pepaya, air kelapa, hingga limbah ikan. Selanjutnya, pupuk, media tanam, dan pestisida hayati yang telah dibuat, kemudian diaplikasikan pada demplot serta instalasi hidroponik baru.

Sekretaris Desa, Mirna, berharap kegiatan pelatihan tersebut dapat memotivasi masyarakat Maratua agar lebih semangat dalam bertani dan memandang pertanian sebagai sarana yang dapat digunakan untuk pemenuhan gizi keluarga.

Antusiasme dan partisipasi aktif peserta, terutama ibu-ibu PKK Kampung Payung-Payung, menunjukkan program ini berhasil membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara lebih efektif.

Dengan ilmu dan teknologi yang telah disampaikan, diharapkan masyarakat Maratua dapat terus mengembangkan praktik pertanian yang lebih produktif dan mandiri di masa depan. (Adv/ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel