Follow kami di google berita

Disbudpar Genjot Ekraf Berau, Tiga Subsektor Unggulan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Pariwisata

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kini memfokuskan pengembangan pada tiga subsektor unggulan yang dinilai paling potensial mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan bahwa dari 17 subsektor ekraf yang ada, pihaknya memilih seni pertunjukan, batik khas Berau, serta kerajinan tangan dari limbah kayu ulin sebagai prioritas utama.

‎“Batik Berau sudah cukup bagus perkembangannya. Lalu ada kerajinan tangan dari kayu ulin bekas yang bisa diolah menjadi gelas, piala, sendok, piring dan lain-lain,” jelas Ilyas saat ditemui beberapa waktu lalu.

‎Ia menegaskan, ketiga subsektor tersebut bukan hanya memiliki nilai seni dan budaya tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi produk ekonomi yang berdaya saing.

‎“Kami melihat peluangnya sangat besar. Kalau ditangani serius, ini bisa menjadi identitas baru Berau di sektor kreatif,” ujarnya.

‎Ia menyampaikan Disbudpar Berau juga aktif melakukan pendampingan melalui pembinaan, pelatihan, hingga penyusunan peta jalan ekraf.

‎” Pendampingan ini disebut Ilyas penting agar para pelaku usaha memiliki arah dan strategi yang jelas dalam mengembangkan karya mereka,” ujarnya.

‎Selain itu, pemerintah daerah juga telah membentuk Komisi Ekonomi Kreatif untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembinaan. Komisi ini berperan mempertemukan pelaku ekraf, pemerintah, dan berbagai pihak pendukung dalam satu wadah koordinatif.

‎“Kami ingin ekraf ini tidak berdiri sendiri-sendiri. Harus ada gerakan bersama agar dampaknya terasa lebih luas,” tambahnya.

‎Dengan prioritas tersebut, kami optimistis subsektor ekraf unggulan dapat menjadi kekuatan baru dalam mendukung pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku kreatif di daerah. (Adv/Ky).

Bagikan

Subscribe to Our Channel