Follow kami di google berita

Budidaya Ikan Air Tawar Berau Ikuti Selera Masyarakat

TANJUNG REDEB – Pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Berau rupanya belum berjalan semulus harapan. Meski potensinya ada, tantangan terbesar justru datang dari selera masyarakat yang masih lebih menyukai ikan laut.

‎Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Yuliarsih, mengatakan, persoalan utama dalam budidaya air tawar saat ini adalah soal pemasaran dan minat konsumsi. Menurutnya, ikan-ikan seperti nila, emas, patin, gurame, dan lele memang bisa dibudidayakan dengan baik, tapi belum tentu laku di pasaran lokal.

‎“Masyarakat Berau ini kan sudah terbiasa dengan ikan laut. Jadi kalau ikan air tawar, peminatnya masih sedikit. Itu jadi PR kami ke depan, bagaimana hasil budidaya bisa terserap,” ujarnya.

‎Kondisi itu membuat Dinas Perikanan harus memutar otak agar hasil budidaya tidak menumpuk. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah mengolah hasil panen menjadi produk olahan, seperti ikan asap atau abon, supaya punya nilai jual lebih tinggi.

‎“Kalau hanya mengandalkan penjualan ikan segar di pasar lokal, takutnya nanti tidak semua bisa terjual. Jadi kami dorong juga untuk ada pengolahan,” tambahnya.

‎Saat ini, kegiatan budidaya air tawar paling banyak dilakukan di Kecamatan Tanjung Redeb dan Teluk Bayur, terutama dengan sistem keramba. Sementara di wilayah lain seperti Sambaliung dan Gunung Tabur, jumlahnya masih sedikit.

‎Namun, Yunda menyebut kebanyakan pembudidaya belum menjadikan ini sebagai pekerjaan utama. Banyak yang menjalankan usaha ikan air tawar hanya sebagai sampingan, karena memiliki pekerjaan tetap lain seperti di perkebunan sawit, tambang, atau pegawai negeri.

‎‎“Kita belum bisa bilang ada satu daerah yang jadi sentra besar. Hasilnya masih dari kumpulan beberapa wilayah,” katanya.

‎Ke depan, Dinas Perikanan akan terus mendorong pengembangan budidaya air tawar, sekaligus membuka peluang pemasaran ke luar daerah agar hasil panen bisa terserap lebih luas.

‎“Tantangannya memang besar, tapi kami yakin kalau pengolahan dan pemasaran bisa jalan, potensi ikan air tawar ini tetap bisa berkembang,” tutup Yunda. (Adv/ky)

Bagikan

Subscribe to Our Channel