Follow kami di google berita

Sentra Tenun Diharapkan Dongkrak Pertumbuhan Ekraf

Sentra Tenun Diharapkan Dongkrak Pertumbuhan Ekraf

TANJUNG REDEB – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Berau kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Terlebih dengan adanya sentra Tenun di Kampung Sukan, tentu diharapkan dibarengi dengan perkembangan ekonomi masyarakat.

“Sentra ini diharapkan bisa menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangkitkan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan pelestarian budaya,” tegas Bupati Berau Sri Juniarsih.

Dirjen IKMA Reni Yanita yang hadir dalam peresmian sentra Tenun beberapa waktu lalu juga menegaskan bahwa keberadaan Sentra Tenun Sambaliung merupakan bukti nyata dari dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan industri tenun berbasis kearifan lokal.

“Sentra ini telah dirancang sejak tahun 2022 dan hari ini kita resmikan sebagai bentuk keberlanjutan pembangunan sektor tenun di Berau. Ini bukan hanya tempat produksi, tapi menjadi pusat pengembangan kreativitas dan identitas budaya lokal,” ujarnya.

Reni juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlangsungan operasional sentra ini. Ia menyebutkan beberapa catatan penting, seperti kebutuhan akan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) demi mendukung proses produksi yang ramah lingkungan, serta jaminan ketersediaan bahan baku seperti benang agar produksi tidak terhambat.

“Tanpa dukungan anggaran, perhatian, dan keterlibatan pelaku usaha lokal, sentra ini berisiko kehilangan fungsinya. Kami mendorong agar kepala daerah membangun kemitraan aktif agar sentra ini terintegrasi dengan rantai pasok industri,” jelasnya.

Sentra ini harus mampu membangkitkan semangat para perajin untuk terus berinovasi. Produk tenun kita tidak kalah dari produk nasional lainnya, baik dari sisi kualitas maupun estetika. Pentingnya mendekatkan perajin dengan pasar melalui digitalisasi, promosi terpadu, dan koneksi dengan sektor pariwisata juga sangat diperlukan.

Dengan adanya kebijakan pemerintah pusat dan provinsi dalam bidang ekonomi kreatif dapat bersinergi dengan potensi wisata Berau yang saat ini memiliki lebih dari 200 titik destinasi, sehingga ekonomi kreatif dan pariwisata tumbuh beriringan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa Sentra Tenun Sambaliung telah ditetapkan melalui SK Bupati Nomor 413 Tahun 2021. Saat ini, Kabupaten Berau memiliki tiga sentra tenun aktif yakni di Sukan Tengah, Tumbit Melayu, dan Sei Bebanir Bangun, dengan total 37 perajin tenun aktif.

Menurut Eva, pembangunan sentra ini telah memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari Kementerian Perindustrian pada tahun 2022 dan 2024 untuk mendukung infrastruktur. Namun, masih terdapat beberapa kebutuhan penting yang harus dilengkapi, seperti pengaspalan jalan akses, ruang terbuka hijau, dan kantin atau food court, agar kawasan ini juga menjadi daya tarik wisata yang nyaman dan layak dikunjungi.

Lebih jauh, Eva mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga menerima DAK non-fisik yang dimanfaatkan untuk pelatihan peningkatan kapasitas SDM, pendampingan usaha, serta pelatihan diversifikasi produk. “Salah satu inovasi kami adalah pelatihan pembuatan tas dari tenun yang dipadukan dengan kulit dan rotan. Ini penting agar produk tenun tidak hanya dijual sebagai kain, tapi juga dikembangkan menjadi produk fesyen bernilai tambah,” jelasnya. (Adv/fan)

Bagikan

Subscribe to Our Channel