Tanjung Redeb – Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said menyebut realisasi anggaran hingga pertengahan tahun masih sekitar 40 persen. Ia optimistis angka tersebut bisa dikejar pada triwulan berikutnya.
Menurut Said, keterlambatan serapan anggaran pada semester pertama dipicu oleh beberapa aspek teknis, terutama administrasi. Beberapa kegiatan terpaksa tertunda karena masalah sertifikasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Memang kegiatan baru berproses, terutama administrasi. Ada yang terbentur sertifikasi PPK, sehingga kegiatan di awal tahun terpaksa tertunda,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa meskipun laporan serapannya terlihat lambat, pemerintah daerah tetap komitmen bahwa pekerjaan akan tetap dilaksanakan setelah hambatan administrasi terselesaikan.
Said menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu, serapan anggaran biasanya meningkat signifikan pada paruh kedua tahun anggaran.
“Bulan Juli hingga Desember akan menjadi masa krusial dalam percepatan realisasi anggaran. Kalau baru 40 persen, Insya Allah hingga Desember nanti bisa terserap. Kita targetkan September sudah mulai terlihat peningkatannya,” paparnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar disiplin melaksanakan kegiatan sesuai jadwal dan segera menyelesaikan proses administrasi. Dengan begitu, serapan anggaran tidak hanya tercapai secara nominal, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
“Yang kita kejar bukan hanya angka, tapi bagaimana anggaran ini benar-benar bisa terserap untuk pembangunan dan pelayanan,” pungkasnya. (fan/Adv)













