Tanjung Redeb – Taman Wisata Coconut Garden Mangurai (CGM) di Kecamatan Teluk Bayur berhasil meraih piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) atas kontribusinya dalam pengembangan pariwisata daerah tahun 2024.
Penghargaan ini menjadi istimewa karena CGM baru beroperasi selama tujuh bulan. Meski terbilang baru, taman wisata buatan tersebut dinilai mampu memberikan alternatif destinasi wisata terjangkau bagi masyarakat, tanpa dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.

Perwakilan owner CGM, Yusriansyah menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen terus melakukan inovasi agar pengunjung tidak bosan. “Kami memiliki strategi menambah wahana setiap tiga bulan sekali, baik permainan maupun program kegiatan,” ujarnya.
Saat ini, CGM telah memiliki beragam fasilitas seperti sirkuit cross, kolam renang, dan berbagai area bermain anak.
Yusriansyah juga menekankan bahwa tarif masuk disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. “Karena, kami ingin CGM menjadi destinasi yang murah, dekat, dan lengkap, sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk berwisata,” tambahnya.
Dengan lahan seluas 700 Hektare lebih, pihak pengelola berencana membangun vila, menambah wahana baru, serta mengembangkan program edukasi bagi sekolah. Yusriansyah berharap keberadaan CGM dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berwisata di daerah sendiri.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian dan penghargaan ini. Harapannya, masyarakat Kabupaten Berau semakin antusias mengunjungi CGM,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer Operasional CCM, Deden Menambahkan bahwa dengan lahan seluas 700 hektare, pengelola berencana membangun vila, menambah wahana, serta menghadirkan program edukasi untuk sekolah. Selain itu, CGM juga mengembangkan wisata religi ke makam bersejarah Datuk Panaik, yang dapat dikunjungi secara gratis.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah menjaga perawatan, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung. “Konsep yang kami usung adalah wisata kekinian dengan spot foto dan wahana yang terus mengikuti tren media sosial,” jelasnya.
Pembangunan akses jalan menuju lokasi wisata religi Datuk Panaik sudah masuk rencana Pemerintah Daerah dan diperkirakan selesai akhir tahun ini.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Berau atas perhatian dan penghargaan ini. Harapannya, masyarakat semakin antusias berkunjung ke CGM,” tutupnya. (Irfan).













