Follow kami di google berita

Usai Uji Publik, Bahasa Banua Siap Diaplikasikan di Tingkat SMP

TANJUNG REDEB – Pembelajaran Bahasa Banua sebagai salah satu pelajaran muatan lokal di Kabupaten Berau telah memasuki tahap uji publik. Dan setelah ini, maka akan bisa diteruskan menjadi muatan lokal yang tetap di sekolah.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Berau pun disiapkan untuk mulai menjalankan muatan lokal ini. Bahkan, rencana ini menyasar di seluruh sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Berau.

“Muatan lokal Bahasa Banua sudah uji publik dan bisa diteruskan untuk jadi muatan lokal. Kita akan mulai dari SMP dulu dan akan berlanjut ke tingkat SD,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah ditemui usai uji publik Mulok Bahasa Banua, Selasa (21/4/2026) siang.

Untuk guru pengajar atau Sumber Daya Manusia (SDM) pun diakui sudah siap. Dimana untuk tahap awal ini minimal satu sekolah ada satu guru pengajar Mulok Bahasa Banua ini.

Untuk pengajarnya sendiri, dikatakannya bisa dari berbagai bidang, baik guru seni, guru budaya maupun guru bahasa Indonesia. Namun, diusahakan yang memang bisa berbahasa Banua.

“Guru apapun bisa mengajar Mulok Bahasa Banua ini. Apalagi bagi guru yang kekurangan jam mengajar. Dan guru disiplin ilmu lainnya juga bisa mengambil jam mengajar mulok ini, agar mendapatkan sertifikasi,” tambahnya.

Dikatakannya, dalam mulok Bahasa Banua ini nantinya akan mengaplikasikan empat elemen sekaligus yaitu bahasa, kuliner, budaya dan seni. Sehingga, semuanya bisa dikuasai para siswa secara bersamaan.

“Kita akan mulai jalankan di kurang lebih 60 SMP yang ada di Berau, termasuk juga sekolah swasta,” pungkasnya.

Perempuan yang akrab disapa Lis ini juga menyebut jika penerapan Bahasa Banua ini akan menjadi pengganti mulok sebelumnya yakni pelajaran Bahasa Inggris. Karena di tahun 2027 mendatang, bahasa Inggris akan menjadi salah satu mata pelajaran reguler di semua tingkatan sekolah. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel