TANJUNG REDEB – Kampung di Berau dengan potensi yang melimpah diminta berinovasi. Salah satunya yakni Kampung Buyung-Buyung yang mulai bertransformasi, dari kampung nelayan menjadi kampung sentra industri Terasi.
Untuk mendukung hal ini, pembangunan fasilitas pendukung juga tengah diupayakan.Pembangunan fisik rumah produksi terasi di Kampung Buyung-Buyung dimulai tahun ini. Gedung perkantoran pun menjadi target awal pembangunan tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita menjelaskan, pembangunan sentra terasi menjadi fokus utama, mengingat anggaran proyek tersebut telah dialokasikan.
Meski belum dapat membeberkan rincian anggaran untuk pembangunan fisik rumah produksi terasi tersebut. Ia menekankan tahap awal pembangunan akan difokuskan pada pembangunan kantornya.
“Yang pasti, pada 2025 ini kami ingin pembangunan fisik sentra terasi sudah dimulai. Kami akan segera memulai perencanaan untuk memastikan program ini berjalan lancar,” ungkapnya.
“Nantinya, ruang produksi dan fasilitas lainnya akan dibangun secara bertahap,” sambungnya.
Wacana pengembangan sentra terasi di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, sebenarnya sudah lama digaungkan. Sebab sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi para pelaku usaha terasi di kampung tersebut.
“Dengan adanya rumah produksi ini, kami berharap dapat mengolah bahan baku terasi secara langsung di Berau, supaya produk akhirnya memiliki nilai tambah dan merek asli Berau,” ucap Eva.
Tahun lalu, kelompok usaha di Buyung-Buyung juga sempat diberi bantuan alat oleh salah satu perbankan. Sebagai upaya mendukung pengembangan usaha terasi. Meskipun kapasitas peralatan yang diberikan tidak terlalu besar, bantuan tersebut diharapkan dapat memotivasi kelompok koperasi untuk terus meningkatkan produksi mereka.
“Karena mereka belum memiliki rumah produksi, jika peralatan yang digunakan lebih besar, tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas lagi untuk menyimpan dan mengoperasikan peralatan tersebut,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, pihaknya juga berencana untuk terus memberikan pelatihan dan bantuan peralatan kepada kelompok di Buyung-Buyung. Agar mereka dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk terasi yang dihasilkan.
Kemudian, proyek ini juga diyakini dapat mempercepat perkembangan industri kecil menengah (IKM) di sektor perikanan Berau. Serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat. (Adv/ard)













