TANJUNG REDEB – Operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Pulau Derawan mulai berdampak pada berkurangnya volume sampah yang diangkut dari laut ke daratan. Pemilahan yang dilakukan di lokasi membuat sebagian sampah dapat dikelola langsung di pulau, sehingga tidak seluruhnya lagi dibawa ke Tanjung Batu.
Kabid Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Berau, Irwadi Ahmadi Siregar menjelaskan, sebelum TPS3R beroperasi, seluruh sampah dari Pulau Derawan diangkut secara berkala ke daratan. Namun kini, keberadaan fasilitas tersebut membantu mengurangi beban pengangkutan karena sampah terlebih dahulu dipilah.
“Kalau dulu seluruh sampahnya diangkut ke daratan, sekarang sudah dibantu dengan pemilahan di TPS3R. Jadi volume yang dibawa keluar berkurang,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menyebut, saat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran, pengangkutan sampah dari Pulau Derawan ke daratan tetap berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti karena sebagian sampah sudah tertangani di TPS3R.
“Alhamdulillah secara keseluruhan tidak ada masalah pengangkutan sampah dari Pulau Derawan ke daratan, karena sebagian sudah tertangani melalui pemilahan di TPS3R,” tambahnya.
Meski demikian, tidak seluruh sampah dapat dikelola di fasilitas tersebut. Saat ini, hanya sebagian jenis sampah yang dapat diolah melalui pemilahan dan daur ulang, sementara sisanya masih menjadi residu yang harus dikirim ke daratan.
“Tidak 100 persen sampah bisa dikelola. Paling sekitar separuhnya yang bisa dipilah dan dimanfaatkan, sisanya masih menjadi residu yang harus dibuang ke tempat lain,” jelasnya.
Ke depan, DLHK berharap pengelolaan sampah di Pulau Derawan dapat semakin mandiri. Selain mempertimbangkan teknologi tambahan, pemerintah juga mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, baik dari rumah tangga maupun pelaku usaha wisata. (Man)













