TANJUNG REDEB – PC Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Berau menegaskan komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya sebagai organisasi kepemudaan di bawah naungan Partai Gerindra, tetapi juga sebagai wadah yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) TIDAR ke-18 menjadi penegasan arah tersebut. Melalui kegiatan bakti sosial yang digelar, TIDAR Berau menghadirkan khitanan massal, cek kesehatan gratis, serta program Revolusi Putih yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Ketua PC TIDAR Berau, Andi Amirullah, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
“Dalam rangka HUT TIDAR ke-18, kami mengadakan bakti sosial berupa khitanan massal, cek kesehatan gratis, dan program Revolusi Putih. Untuk hari ini fokus kami di khitanan massal dan layanan kesehatan gratis,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, sebagai organisasi kepemudaan, TIDAR merasa terpanggil untuk tidak hanya aktif dalam agenda internal organisasi, tetapi juga memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
“TIDAR terpanggil untuk betul-betul terjun ke masyarakat. Harapan kami, kegiatan ini punya nilai kebermanfaatan yang nyata,” tegasnya.
Khitanan massal kali ini menyasar anak-anak usia sekolah dasar, khususnya dari keluarga yang membutuhkan bantuan secara ekonomi. Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial organisasi.
Selain itu, TIDAR juga tengah menjadwalkan pelaksanaan program Revolusi Putih, yakni pembagian susu untuk anak-anak TK hingga SD. Program ini merupakan inisiasi nasional yang digaungkan oleh Prabowo Subianto untuk mendukung pemenuhan gizi anak.
“Revolusi Putih masih kami jadwalkan karena anak-anak sekolah sedang libur. Fokus program ini adalah pembagian susu untuk anak TK sampai SD,” jelasnya.
Andi menegaskan, memasuki usia ke-18, TIDAR harus mampu menunjukkan kematangan sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, ke depan kontribusi TIDAR harus semakin konkret, tidak berhenti pada aktivitas organisasi semata.
“Ke depan kami berharap kontribusi TIDAR bukan hanya sebatas organisasi, tapi benar-benar hadir di lapangan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa meskipun TIDAR merupakan organisasi otonom Partai Gerindra, bukan berarti seluruh aktivitas organisasi harus selalu identik dengan politik praktis.
“TIDAR tidak melulu bicara politik. Kami ingin hadir di tengah masyarakat sebagai jembatan yang memberi manfaat,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, TIDAR Berau ingin membangun citra baru sebagai organisasi kepemudaan yang tak hanya kuat secara struktur, tetapi juga aktif menjawab kebutuhan sosial masyarakat secara nyata.(Akm)













