Tahun Ini Tidak Ada Penilaian Adipura, Apakah Ini Penyebab Penanganan Sampah Kurang Optimal?

A-News.id, Berau – Bidang Kebersihan DLHK Berau masih tetap optimis Berau bisa mempertahankan Adipura meskipun di masa PPKM dan di tengah pandemi covid-19 ini. Meskipun banyak kendala di masa pandemi covid-19, Kabid Kebersihan DLHK Berau, Anwar mengatakan, Jumat (15/10) bahwa pihaknya masih tetap optimis bisa menangani, khususnya masalah penanganan sampah.

“Masih tetap persiapan kita seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan tetap mengirim laporan penanganan sampah,” kata Anwar.

Cuma ada perbedaan dalam pelaksanaan penganugerahan Adipura sejak 2019 dan 2020 karena pandemi covid-19, tidak lagi dilakukan penilaian langsung untuk sementara di lapangan oleh tim peniliai tetapi berdasarkan laporan capaian kinerja pengelolaan sampah pada setiap kabupaten/kota.

Seperti yang dilansir dari situs PPID Kementerian LH dan Kehutanan RI bahwa selama masa Pandemi Covid-19 kegiatan penganugerahan Adipura tidak dilaksanakan. Hal ini diputuskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan pertimbangan tidak ingin menganggu fokus kerja pemerintah daerah pada penanganan pandemi. Kedepan Program Adipura dirancang memasuki babak baru dengan penyempurnaan format dan penilaian menyesuaikan dengan perkembangan dan kebijakan terkini.

“Penganugerahan Adipura Tahun 2019 yang sedianya akan dilaksanakan pada
momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada bulan Juni Tahun 2020 tidak diumumkan ke publik. Pemantauan dan verifikasi lapangan kegiatan Adipura tahun 2020 dan 2021 pun diputuskan untuk tidak dilakukan selama pandemi COVID-19, ini memang karena pertimbangan untuk mendukung kegiatan Pemerintahan Daerah yang sedang fokus pada penanganan pandemi,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan B3, Rosa Vivien, dalam media briefing yg diselenggarakan secara virtual dari Jakarta, (1/4).

Namun demikian, Rosa Vivien mengungkapkan jika KLHK terus melakukan pemantauan terhadap laporan capaian kinerja pengelolaan sampah pada 514 kabupaten/kota. Oleh sebab itu, setiap daerah harus tetap menyampaikan laporan capaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2019 dan tahun 2020, beserta data-data lain terkait dengan kegiatan Adipura.

Masalah Pengelolaan TPA

Anwar, juga mengatakan yang jadi kendala saat ini adalah masalah penanganan sampah di TPA terkait unit alat berat pendukung yang masih breakdown.

“Tapi yang jadi kendala kita masalah pengelolaan sampah unit TPA, meskipun pengelolaan di kotanya bagus tapi di TPAnya kalau ada hambatan, itu bisa terkendala,”

Ditambahkan Anwar, sarana prasarana 1 unit dozer di TPA sudah setahun tidak beroperasi karena rusak total.

“Tapi untuk tahun 2022 sudah kita anggarkan untuk pembelian unit dozer dan excavator,” katanya.

Dengan menanganai dan mengurangi masalah sampah ini sampai 70% , Anwar berharap mudah-mudahan program Adipura, Berau bisa dapat lagi untuk tahun 2022, yang penilaiannya di tahun 2021 ini.

Sementara Reza Pahlevi, Kasi Kebersihan DLHK  mengatakan bahwa penilaian Adipura sekarang 2021 ini yang dinilai fisik dan non fisik tahun 2020 lalu,

Non fisik itu adalah melakukan pengurangan sampah sampai berapa persen, berapa persen sampah yang kita tangani, dan berapa penambahan ruang terbuka hijau di kabupaten Berau dan sarana prasarana yang dimiliki apa saja. Sehingga nanti tim penilai punya rumus menghitung berapa fisik dan non fisik yang dimiliki suatu daerah.

“Jadi bukan penilaian, karena kalau penilaian itu berarti ada hilirnya, Tapi selama covid ini penilaian itu ditiadakan, tapi kabupaten/kota wajib membuat laporan non fisik, jadi apabila sewaktu-waktu penilaian fisik bisa dilaksanakan, mereka sudah punya data. Jadi bukan Adipura ditiadakan, tapi stop sementara karena tim gak bisa datang kesini, karena antigen, karena level 3, 4 dan sebagainya,” ujar Reza.

Reza tetap optimis kalau Adipura dapat dipertahankan, harus didukung semua pihak karena bukan hanya tugas pemerintah, melainkan dukungan masyarakat juga diperlukan untuk penanganan sampah.

Diharapkan dengan tidak adanya penilaian fisik Adipura tahun ini, jangan sampai penanganan sampah di daerah menjadi tidak tertangani dengan baik, apalagi ditengarai unit pengelolaan sampah di TPA Berau dalam kondisi rusak, (red)

Bagikan