Sedang Melakukan Peliputan Arus Lalu Lintas, Seorang Wartawan Diintimidasi Pedagang Durian

Anews.id, Samarinda – Seorang wartawan dari media Kaltim post bernama Rama Sihotang mendapatkan perlakuan intimidasi dari seorang pedagang buah Durian usai meliput kemacetan yang terjadi di jalan Re Martadinata, Samarinda Kalimantan Timur, Minggu 16 Mei 2021.

“Saya mau meliput kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan RE Martadinata, namun pada saat saya melihat penyebab kemacetan karena adanya penjual durian, saya langsung berusaha mengambil gambar,” ungkap Rama saat ditemui di lokasi kejadian.

Rama pun langsung menghampiri pria yang mengacungkannya batang pohon, dan menjelaskan tujuannya dirinya datang ke lokasi tersebut.

“Saya diancam akan dipecahkan kepala,” jelasnya.

Dari video yang beredar, pedagang yang tidak diketahui identitasnya mengaku sudah mendapatkan izin berjualan di pinggir jalan yang diketahui wilayah itu terdapat rambu-rambu larangan berhenti.

“Dia sempat ngomong bahwa sudah mendapatkan izin berjualan oleh pihak keamanan, tapi gak tau siapa yang dimaksud,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Trantibum Satpol PP Samarinda, Ismail mengatakan pihaknya tak pernah mengeluarkan izin berdagang di median Jalan RE Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu.

“Oh engga ada (izin), makanya itu kami memang sudah berencana akan melakukan penertiban,” ucap Ismail saat dihubungi melalui sambungan seluler. Senin 17 mei 2021.

Ismail pun tak mengelak jika para pedagang buah musiman yang memanfaatkan jalan tersebut telah terjadi sebelum hari raya Idulfitri 1422 H.

“Iya, makanya ini kami rencanakan. Karena saat ini posisinya anggota lagi terbagi juga di posko-posko penyekatan,” jelasnya.

“Kalau sekarang kendalanya kan karena anggota sedang melakukan penjagaan di posko-posko selama 24 jam penuh. Yang jelas itu sudah masuk di dalam radar kami. Dan sekarang ini saya bahkan melakukan monitoring di jalan-jalan,” pungkasnya. (Ris)

Bagikan