TANJUNG REDEB – Sektor perkebunan menjadi salah satu sektor yang tengah digenjot perkembangannya saat ini. Potensi unggulan perkebunan menjadi komoditas yang banyak diekspor keluar Berau.
Seperti arahan Bupati Berau Sri Juniarsih, perkebunan juga tak kalah menyimpan potensi unggulan yang bisa mendongkrak perekonomian Berau.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor pertambangan. Berau harus mulai memikirkan sektor lain pendongkrak ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disbun Berau, Lita Handini menyebut Disbun tengah menyusun roadmap pengembangan perkebunan untuk komoditas kelapa dan kakao.
Penyusunan ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penetapan komoditas unggulan daerah.
Lita menegaskan, penyusunan roadmap ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut hasil audit BPK atas produk unggulan daerah.
“Rekomendasi BPK itu salah satu rencana aksinya adalah penyusunan roadmap. Jadi kelapa dan kakao menjadi tanggung jawab kami, sementara OPD lain wajib juga menyusun roadmap sesuai bidangnya,” jelasnya.
Lita mencontohkan, jika Disbun fokus pada pengembangan budidaya dan peningkatan produksi, maka Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mengatur roadmap industri hilir. Sementara bidang perizinan diarahkan untuk roadmap investasi.
Dalam penyusunan roadmap tersebut, Pemkab Berau bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul). Dokumen ini nantinya menjadi acuan pengembangan kelapa dan kakao dalam lima tahun ke depan. (Adv/fan)













