Tanjung Redeb – Gelombang antusiasme melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sejak pengumuman lowongan pekerjaan di PT Kiani Nusantara (KN). Ribuan pencari kerja lokal membanjiri portal pendaftaran dan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat, menjadikan perusahaan ini sebagai magnet utama di tengah tantangan pengangguran daerah.
Disnakertrans menilai peluang bagi tenaga kerja asli Berau sangat terbuka lebar, seiring ekspansi PT KN yang membuka ribuan posisi mulai dari operator hingga staf administrasi.
Menurut data Disnakertrans Kabupaten Berau, lebih dari 5.000 lamaran kerja telah diterima hanya dalam dua minggu sejak pengumuman lowongan. Fenomena ini mencerminkan ketergantungan masyarakat Berau pada sektor pertambangan batubara sebagai penopang ekonomi utama. Namun, di balik euforia tersebut, tantangan seperti kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja tetap menjadi penghalang bagi sebagian calon pelamar.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap kesempatan ini. “Dalam waktu singkat, kami menerima lebih dari 5.000 lamaran, menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat Berau terhadap peluang di PT KN. Ini adalah momentum positif untuk mengurangi pengangguran lokal,” ujarnya dalam keterangannya baru-baru ini.
Prioritas bagi tenaga kerja lokal menjadi penekanan utama dalam proses rekrutmen. “Tenaga kerja lokal berpeluang besar,” tegasnya.
Untuk mendukung hal ini, Disnakertrans telah menyiapkan program pelatihan keterampilan agar calon pekerja memenuhi standar perusahaan.
“Program pelatihan keterampilan yang kami siapkan akan membantu calon pekerja memenuhi syarat PT KN. Tujuannya agar warga Berau tidak hanya melamar, tapi juga siap bersaing.”
PT KN, sebagai pemain kunci di industri batubara, menjanjikan komitmen penuh terhadap regulasi ketenagakerjaan nasional. Perwakilan perusahaan menyatakan, “Kami berkomitmen penuh untuk memprioritaskan tenaga kerja asli Berau, dengan proses rekrutmen yang transparan dan adil. Ekspansi kami dirancang untuk memberdayakan masyarakat setempat.” Kolaborasi ini juga melibatkan pemerintah daerah untuk memastikan inklusivitas, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja migran.
Di lapangan, antusiasme terlihat dari cerita pribadi para pencari kerja. Seorang warga Berau yang enggan disebut namanya berbagi pengalamannya, “Saya sudah menunggu kesempatan seperti ini bertahun-tahun. Lowongan PT KN ini seperti harapan baru bagi keluarga saya yang bergantung pada sektor pertambangan.” Kisah serupa banyak terdengar di kantor Disnakertrans, di mana layanan bimbingan karir disediakan secara gratis untuk meningkatkan daya saing pelamar.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Disnakertrans mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut. Bupati Berau turut menyambut positif perkembangan ini. “Kolaborasi dengan PT KN ini menjadi kunci pemulihan ekonomi Berau pasca-pandemi. Kami harap, proses seleksi berjalan lancar dan membuka pintu bagi ribuan warga lokal,” katanya.
Hingga kini, proses seleksi masih berlangsung dengan tahap wawancara dijadwalkan akhir bulan ini. Dinamisnya pasar kerja di Berau menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi, meski memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah praktik rekrutmen tidak sehat. Dengan demikian, lowongan PT KN tidak hanya menawarkan pekerjaan, tapi juga harapan bagi masa depan tenaga kerja lokal di wilayah kaya sumber daya ini. (Irfan).













