Follow kami di google berita

Proyek Irigasi Rp9 M Lebih di Kampung Tasuk Hanya Berupa Jembatan Batang Kayu?

GUNUNG TABUR – Salah satu proyek pengerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau di Kampung Tasuk yakni proyek irigasi, dianggap mangkrak dan tak sesuai realitanya.

Bagaimana tidak? Dengan anggaran yang tertera sebesar Rp9,2 miliar itu, hasil pengerjaan proyek oleh CV.Anginmewa itu terkesan hanya asal-asalan. Padahal, pada papan proyek yang ada tertulis jelas jika pengerjaannya adalah untuk pembangunan saluran irigasi dan normalisasi kawasan Kampung Tasuk melalui dana APBD-P 2025.

“Seharusnya kalau sesuai yang tertera itu kan pengerjaan proyeknya selesai pada 31 Desember 2025 lalu, tapi sampai sekarang hanya berupa jembatan kayu saja, mana irigasinya? Padahal irigasi itu harapan para petani di sini,” ujar Ketua Kelompok Tani Kampung Tasuk, Mahmud Suyuti, ketika dihubungi Jumat (13/2/2026).

Dijelaskan Mahmud, para petani pun mempertanyakan bagaimana pihak DPUPR dalam melakukan pengawasan pengerjaan proyek oleh kontraktor tersebut.

“Apalagi yang dikerjakan proyeknya itu di lahan seluas 1000 hektare. Tentu kita pertanyakan. Bagaimana nasib para petani nantinya kalau proyeknya tidak jelas?,” tegasnya.

Kampung Tasuk memang menjadi salah satu sentra penghasil padi lokal di Kabupaten Berau. Untuk itu, keberadaan saluran irigasi menjadi sangat penting. Terlebih jika sudah memasuki musim panen.

“Kami mau lewat saja susah, padahal sebentar lagi musim panen dan lanjut tanam padi. Saluran pengairan sawah ini sangat vital bagi keberlangsungan lahan pertanian kami,” imbuh Mahmud.

Mahmud juga mengatakan jika pihak DPUPR pun telah datang ke lokasi untuk melihat kondisi proyek yang dianggap tak selesai itu. Namun, tak ada langkah konkret terkait hal ini.

“Sudah ada tim yang datang tadi, tapi hanya mencatat saja. Katanya Kepala Dinasnya masih diluar kota. Padahal masalah ini juga sudah disampaikan saat Musrenbang Kecamatan Gunung Tabur kemarin, bahkan di hadapan Bupati dan para wakil rakyat,” bebernya.

Permasalahan ini pun diharapkan tak berlarut-larut, dan bisa segera ditindaklanjuti. Karena para petani sangat membutuhkan akses air dalam aktivitas pertanian mereka.(ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel