TANJUNG REDEB – Di tengah besarnya potensi ekonomi Kabupaten Berau, kontribusi zakat dari sektor perusahaan dinilai masih jauh dari optimal. Bupati Berau Sri Juniarsih mengungkapkan, hingga saat ini total angka zakat perusahaan yang terhimpun, belum mampu menjangkau seluruh mustahik di Berau.
Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Buka Puasa Bersama, yang dirangkaikan dengan program Berau Berzakat bersama BAZNAS Kabupaten Berau, pada Ramadan hari ke-12, Senin (3/2/2026).
Ia menegaskan bahwa kewajiban zakat tidak hanya berlaku bagi perusahaan induk, tetapi juga bagi seluruh subkontraktor dan unit usaha yang berada di bawahnya. Setiap entitas usaha memiliki kewajiban zakat sesuai dengan hasil dan kemampuan masing-masing.
Ia menyebut potensi zakat perusahaan di Kabupaten Berau sangat besar jika dihitung dari aktivitas industri dan pengelolaan sumber daya alam yang berjalan. Namun realisasi zakat yang ada saat ini masih jauh dari harapan, sementara jumlah mustahik yang membutuhkan bantuan cukup tinggi.
“Angka Rp1,3 miliar dari salah satu perusahaan itu, masih terlalu kecil untuk menjangkau seluruh mustahik di Kabupaten Berau. Padahal, BAZNAS telah aktif menyalurkan zakat kepada masyarakat kurang mampu, pelajar, hingga pelaku UMKM,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Berau, lanjut Sri, akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan dunia usaha agar pengumpulan zakat perusahaan dapat ditingkatkan. Ia berharap pimpinan perusahaan beserta subkontraktornya lebih proaktif menjalin kemitraan dengan BAZNAS demi optimalisasi zakat.
“Jika zakat perusahaan dikelola dengan baik, dampaknya sangat besar untuk menekan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di Berau,” pungkasnya. (Man)













